/
Senin, 31 Juli 2023 | 09:18 WIB
Profil Ryo Matsumura (Liga Indonesia Baru)

Persija Jakarta telah membuktikan kemampuannya untuk meraih hasil positif meskipun tanpa striker andalan mereka, Marko Simic. 

Pada pertandingan melawan Persebaya Surabaya dalam laga pekan kelima BRI Liga 1 2023-2024, tim asuhan Thomas Doll berhasil menghajar lawannya dengan skor tipis 1-0 dengan menggunakan strategi false nine.

False nine adalah strategi di mana tim tidak menggunakan striker murni, melainkan menempatkan pemain non striker untuk berperan sebagai "penyerang palsu".

Dalam laga tersebut, Persija menempatkan Riko Simanjuntak dan Ryo Matsumura sebagai double false nine.

Strategi ini berhasil dengan baik, dan gol semata wayang dalam pertandingan itu dicetak oleh Ryo Matsumura.

Duet Riko dan Matsumura dinilai berjalan dengan apik, dan hal tersebut memberikan angin segar bagi Persija Jakarta di tengah krisis striker murni yang mereka alami.

"Riko dan Matsumura di depan, dua penyerang, menurut saya itu adalah keputusan yang tepat dan senang bisa mendapat tiga poin," kata Thomas Doll dalam konferensi pers pasca laga, Minggu (31/7/2023).

Meski puas dengan performa dua pemain tengah yang dijadikan striker, Doll pada prosesnya turut memasukan penyerang murni satu-satunya yang tersedia saat ini, Aji Kusuma di babak kedua.

Aji masuk bersama Resky Fandi, dan Akbar Arjunsyah. Menurut Doll, itu lebih merupakan strategi untuk menjaga intensitas di mana para pemain Persija terlihat kelelahan.

Baca Juga: Maciej Gajos Belum Nyetel di Persija, Witan Sulaeman Pasang Badan, Kasih Alasan Masuk Akal

Walaupun Persija menunjukkan respons positif ketika ditinggal Simic yang mengalami cedera betis, Doll tetap memberikan sorotan terkait permainan timnya secara keseluruhan.

Persija sejatinya diuntungkan lantaran Persebaya harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-28 setelah Arief Catur diganjar kartu merah karena melanggar keras Witan Sulaeman.

Namun, situasi itu diniali Thomas Doll tak bisa dimanfaatkan timnya. Persija justru disebutnya kedodoran menghadapi 10 pemain Persebaya dan hal seperti itu dia tegaskan tak boleh terjadi selepas ini.

"Tim lawan sudah nothing to lose. Pemain kami mungkin berpikir kami tidak lagi perlu lari 100 persen, kami tidak begitu berkonsentrasi, dan kemudian perlahan-lahan Anda kehilangan kendali permainan. Dan ini sangat berbahaya karena Anda pikir itu mudah, dan kami harus belajar," jelas Doll.

Load More