News / Metropolitan
Selasa, 16 Juni 2026 | 13:40 WIB
Tim Patroli Brimob Polda Metro Jaya menggagalkan aksi tawuran di kawasan Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (16/6/2026) dini hari. [Suara.com/Polda Metro Jaya]
Baca 10 detik
  • Tim Brimob Polda Metro Jaya menggagalkan rencana tawuran remaja di kawasan Bojong Menteng, Bekasi, pada Selasa dini hari.
  • Petugas mengamankan 18 remaja beserta barang bukti berupa bom molotov, lima sepeda motor, dan sepuluh telepon genggam.
  • Seluruh remaja beserta barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Polres Metro Bekasi Kota guna menjalani proses hukum.

Suara.com - Tim Patroli Brimob Polda Metro Jaya menggagalkan aksi tawuran yang akan terjadi di kawasan Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (16/6/2026) dini hari. 

Sebanyak 18 remaja diamankan bersama sejumlah barang bukti, termasuk satu bom molotov.

Pengungkapan tersebut bermula saat personel Kompi 2 Batalyon D Pelopor Brimob Polda
Metro Jaya melaksanakan patroli rayonisasi untuk mengantisipasi tawuran, balap liar, begal, dan berbagai tindak kejahatan jalanan lainnya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota.

Sekitar pukul 04.15 WIB, petugas menemukan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di kawasan Jalan Lisong Menteng, Bojong Menteng, Rawalumbu.

Seluruh remaja yang berada di lokasi kemudian diamankan untuk mencegah bentrokan terjadi.

Polisi menyita satu bom molotov, lima unit sepeda motor, dan 10 unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan rencana aksi tawuran. [Suara.com/Polda Metro Jaya]

Dari hasil pengamanan tersebut, petugas menyita satu bom molotov, lima unit sepeda motor, dan 10 unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan rencana aksi tawuran.

Selanjutnya, para remaja beserta barang bukti diserahkan kepada penyidik Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani proses lebih lanjut.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan patroli preventif merupakan langkah nyata untuk mencegah potensi gangguan keamanan sebelum menimbulkan korban maupun keresahan masyarakat.

Menurut Henik, kehadiran personel Brimob di lapangan menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat, terutama pada jam-jam rawan menjelang pagi.

Baca Juga: Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

"Patroli yang dilaksanakan personel Batalyon D Pelopor merupakan bentuk komitmen Brimob Polda Metro Jaya dalam melindungi masyarakat dari potensi tindak kriminal dan aksi kekerasan jalanan," ujar Henik.

Brimob Polda Metro Jaya juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari.

Masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan keamanan diminta segera melapor melalui Call Center Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Load More