/
Senin, 31 Juli 2023 | 16:26 WIB
Pencarian korban mutilasi di Sleman. (Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana)

Polda DIY telah memastikan bahwa korban pembunuhan dan mutilasi di Sleman adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Redho Tri Agustian (20).

Potongan tubuh korban ditemukan pertama kali di Padukuhan Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman pada Rabu (13/7/2023) lalu.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi memastikan hal tersebut menyusul hasil tes DNA dari potongan tubuh korban yang telah selesai diperiksa.

"Ya [benar] Redho. Ya [hasil tes DNA] sudah keluar. Identik," kata Endriadi saat dihubungi, Senin (31/7/2023).

Endriadi mengungkapkan hasil tes DNA dari potongan tubuh korban telah keluar pada Minggu malam. Berdasarkan hasil itu, didapati bahwa antara sampel milik orang tua dan hasil tulang serta darah korban identik.

"Jadi antara sample orang tua dan hasil dengan tulang, darah, hasil tes DNA-nya itu identik, dari potongan-potongan itu satu tubuh atas nama itu (Redho)," ungkapnya.

Jenazah Redho akan diserahkan ke pihak keluarga. Saat ini, jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara.

"Ya nanti kita serahkan ke keluarga. Pemberkasan sudah cukup kan, nanti silakan bisa diambil keluarga, karena masih di rumah sakit," ucapnya.

Kepolisian sudah melengkapi kebutuhan pemberkasan untuk perkara ini. Mulai dari sidik jari korban, pemeriksaan psikologi pelaku dan terakhir hasil tes DNA korban.

Baca Juga: Hingga Kuartal II 2023, Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp1.272,07 Triliun untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Diketahui bahwa Redho merupakan mahasiswa UMY asal Pangkalpinang, Bangka Belitung yang sempat dilaporkan hilang sejak Selasa (11/7/2023) di Polsek Kasihan, Bantul.

Ternyata terungkap bahwa Redho menjadi korban pembunuhan dan mutilasi di Sleman.

Load More