Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan, bisa mengurus proses naturalisasi pemain muda Tottenham Hotspur U-18 Gabriel Han Willhoft King agar bisa bermain untuk Timnas Indonesia. Hanya saja, sang pemain harus memiliki keinginan kuat menjadi WNI.
Gabriel Han Willhoft King sebelumnya masuk dalam daftar panggil pemain diaspora untuk menjalani seleksi masuk Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023. Sayang, ia batal didatangkan lantaran Gabriel tak punya paspor Indonesia.
Alhasil, Gabriel Han Willhoft King harus melalui proses naturalisasi terlebih dahulu supaya bisa menjadi bagian dari tim nasional. Erick Thohir mengaku tak masalah asalkan ada keinginan kuat dari sang pemain tampil untuk Timnas Indonesia U-17.
"Saya kalau memang hatinya merah putih, ya datang ke sini, urusan naturalisasi bisa kita urusin, asal hatinya mau main di sini," kata Erick Thohir saat konferensi pers di SUGBK, Jakarta, Rabu (3/8/2023).
Lebih lanjut, Erick Thohir memastikan sama sekali tidak membeda-bedakan status pemain diaspora dan lokal. Ia menjelaskan semuanya punya kesempatan sama tampil membela Timnas Indonesia U-17.
Erick Thohir menjelaskan hadirnya pemain diaspora akan menambah data base. Alhasil, Timnas Indonesia akan punya banyak pemain-pemain berbakat dari segala penjuru.
"Jadi tak ada diskriminasi antara diaspora dan pemain kita, kemarin dari enam (pemain diaspora) sisa dua, sekarang ada yang masuk lagi dua, nah yang saya dengar ada beberapa yang mau trial lagi. Nah kompleksitas ini jangan terjebak seakan jadi rumit," terang Erick Thohir sebagaimana dikutip dari Suara.com.
"Semakin banyak talent yang terekam, jadi opsi yang banyak, ini yang saya lihat kenapa kesempatan itu harus diberikan, dan kalau masalah individu yang lain saya tak bisa komen," pungkasnya.
Piala Dunia U-17 2023 akan berlangsung pada 10 November sampai 2 Desember mendatang. FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah buat menggantikan Peru.
Baca Juga: Pemerintah Ubah Syarat Subsidi Pembelian Motor Listrik Ini Respon Produsen
Berita Terkait
-
PSSI Siap Urus Naturalisasi Pemain Tottenham Gabriel Han Willhoft-King, tapi...
-
Yunus Nusi Rangkap Jabatan di KONI, Erick Thohir: Saya Tagih Komitmennya
-
Frank Wormuth Ungkap Kelebihan Dan Kekurangan Timnas U-17, Kemampuan Serangan Balik Menjanjikan
-
Mulai Terbukti, Alasan Bima Sakti Pertahankan Andrika Fathir di Timnas U-17
-
Digebuk Barcelona 0-3, Coach Bima Soroti Dua Pemain Timnas U-17 Ini
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS