Kurniawan Dwi Yulianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap pemain muda berbakat dari Timnas Indonesia yang menolak kesempatan untuk berkarir di Eropa.
Menurut pelatih dan mantan pemain muda Timnas Indonesia ini, banyak pemain di seluruh dunia bermimpi untuk bermain di Eropa karena di sana terbuka peluang karir terbaik.
Namun, Kurniawan Dwi Yulianto merasa sedih karena beberapa pemain dari Timnas Indonesia menolak tawaran tersebut. seperti dikutip dari Bandung.Suara.com.
Ia melihat bahwa saat ini, berkarir di Eropa jauh lebih mudah daripada pada masa ketika ia masih bermain. Dia berbicara terbuka tentang bagaimana pemain muda sekarang memandang hal ini.
Secara terbuka, Kurniawan Dwi Yulianto menyebut bahwa ada agen yang berusaha membawa pemain muda Indonesia ke Eropa.
Namun, pemain muda tersebut menolak karena alasan tertentu, termasuk biaya hidup awal yang harus mereka tanggung sendiri.
"Saya berharapnya mindset pemain muda berubah lah, karena saya dengar beberapa kali dari teman agen juga yang ingin membuka jalan untuk ke sana (Eropa) kan," ucap Kurniawan, dikutip dari kanal YouTube Hamka Hamzah, (3/8/2023).
"Tapi, oke let's say mereka harus bayar tiket sendiri, biaya hidup sendiri awalnya, yang penting kan bisa di sana dulu nih, tapi banyak yang menolak," imbuhnya.
Menurut Kurniawan Dwi Yulianto, pemain muda Indonesia ketika ditawari kesempatan seperti itu, mereka terlihat sombong atau terlalu banyak menuntut.
"Mereka beranggapan, 'kan gue main ke luar masa gue harus ini (bayar sendiri)'," jelasnya.
Oleh karena itu, Kurniawan mendorong pemain muda Indonesia, khususnya dari Timnas, untuk mengubah pola pikir semacam itu.
Ia mengingatkan bahwa semua pemain di seluruh dunia bermimpi untuk bermain di Eropa, bahkan pemain dari negara-negara seperti Brasil dan Argentina bersedia berkorban dan menjual apa yang mereka miliki untuk mewujudkan impian tersebut.
Itulah kritikan Kurniawan Dwi Yulianto kapada pemain muda Timnas Indonesia yang menolak kesempatan untuk bermain di Eropa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat
-
Sicario: Day of the Soldado, Perang Kartel yang Tanpa Ampun, Malam Ini di Trans TV
-
Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka
-
Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran
-
Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah