- Badan Gizi Nasional mendistribusikan sepeda motor untuk memperlancar distribusi Program Makan Bergizi Gratis di daerah terpencil dan padat penduduk.
- Pihak Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa pengadaan 25.644 unit motor listrik tersebut telah dilakukan sesuai prosedur anggaran Kementerian Keuangan.
- Komisi Pemberantasan Korupsi mengawasi proses pengadaan tersebut karena sektor barang dan jasa dinilai rawan terhadap tindak pidana korupsi.
Suara.com - Badan Gizi Nasional menegaskan distribusi sepeda motor untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, dengan fokus utama menjangkau daerah terpencil yang sulit diakses kendaraan roda empat.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan kendaraan operasional itu memang dirancang untuk mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk di kawasan padat seperti gang sempit di perkotaan.
"Distribusi sepeda motor akan disesuaikan kebutuhan. Data unit yang sudah berjalan akan dilihat kembali. Pengadaan sepeda motor direncanakan untuk seluruh daerah, terutama daerah terpencil, termasuk Jakarta untuk sekolah di gang-gang sempit," kata Wakil Kepala BGN bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya di Jakarta, Kamis.
Sony menjelaskan, pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari anggaran 2025 yang ditujukan untuk memperkuat layanan distribusi makanan bergizi, khususnya di wilayah yang belum terjangkau kendaraan besar.
Ia juga menepis berbagai informasi simpang siur terkait nilai pengadaan. Menurutnya, seluruh proses dilakukan sesuai prosedur, dan jika ditemukan pelanggaran, penanganannya menjadi kewenangan aparat hukum.
"Proses pengadaan dilakukan sesuai aturan. Jika ada penyimpangan, itu menjadi ranah aparat penegak hukum. Informasi seperti pengadaan alat makan Rp4,7 triliun juga tidak sepenuhnya benar," ujar dia.
Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi ikut memberi perhatian terhadap pengadaan 25.644 unit motor listrik oleh BGN. Lembaga antirasuah menilai sektor pengadaan barang dan jasa memang rawan praktik korupsi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan pengawasan dilakukan sebagai langkah pencegahan.
"Tentu KPK memberikan perhatian soal itu," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa (15/4).
Baca Juga: BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia
"Terkait dengan pengadaan itu, tentu KPK juga menyoroti karena memang pengadaan barang dan jasa itu menjadi salah satu area yang rawan terjadinya tindak pidana korupsi," katanya.
Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, memastikan anggaran pengadaan motor listrik telah dimasukkan dalam skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sesuai aturan Kementerian Keuangan.
Ia menyebut pembayaran dilakukan bertahap berdasarkan progres penyelesaian unit kendaraan.
“Pada akhir tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) sehingga anggarannya masuk dalam RPATA. Mekanisme ini sesuai PMK 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap: termin 1 atas terselesaikannya 60 persen unit, dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100 persen unit," tuturnya.
Namun, hingga batas akhir masa perpanjangan pekerjaan pada 20 Maret 2026, vendor baru mampu menyelesaikan 21.801 unit atau 85,01 persen dari total kontrak 25.644 unit. Kondisi ini menjadi salah satu poin yang kini ikut menjadi sorotan publik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Berita Terkait
-
BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia
-
Intip Harga Daihatsu Gran Max Terbaru, Calon Mobil Sejuta Umat Tembus 900 Ribu Unit
-
Biaya Bulanan dan 5 Tahunan Polytron Fox 350 Sewa Baterai vs Kepemilikan Penuh, Gapnya Diluar Dugaan
-
13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara
-
Cak Imin Soroti Mitra MBG yang Flexing di Medsos: Euforia Pengusaha Baru
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
15 Kode Redeem FF 1 September 2026: Kesempatan Klaim Skin Kuda Purnama dan Incubator
-
Banyak Misteri di A Bona Fide Killer, 3 Hal Ini Paling Bikin Saya Penasaran
-
Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari
-
Cak Imin Titip Pesan ke Gus Kikin: Belajar dari Dinamika PBNU Lima Tahun Terakhir
-
Ramalan Shio Hari Ini 1 September 2026 Lengkap, Siapa yang Beruntung Karier dan Keuangan?
-
Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari
-
Arti Weton Tinari dalam Pernikahan, Benarkah Pertanda Rezeki Lancar?
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
-
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen