News / Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 18:35 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Tangkapan Layar].
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menerima laporan Menteri ESDM terkait rencana kerja sama pasokan minyak mentah dari Rusia di Istana Merdeka.
  • Hasil negosiasi pasokan minyak mentah dari Rusia telah mencapai tahap final guna memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia.
  • Pemerintah Indonesia sedang melanjutkan negosiasi terkait rencana impor LPG sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan energi jangka panjang.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terbaru terkait hasil negosiasi kerja sama energi Indonesia dengan Rusia, termasuk rencana pasokan minyak mentah yang dinilai sudah mendekati tahap final.

Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Kamis, usai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyelesaikan rangkaian komunikasi dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin di bidang energi.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan Bahlil mendapat tugas langsung dari Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti hasil pembicaraan tingkat kepala negara.

“Beliau (Menteri ESDM, red.) melaksanakan rapat dengan utusan khusus Presiden Putin, dan menteri (energi Rusia, red.), dan hasilnya Beliau laporkan kepada Bapak Presiden baru saja,” kata Teddy.

Dalam laporan itu, Bahlil menyebut hasil pembicaraan dengan delegasi Rusia cukup positif, terutama terkait peluang pasokan minyak mentah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kita akan mendapat pasokan crude (minyak mentah, red.) dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada wartawan saat jumpa pers.

Selain minyak mentah, pemerintah juga membuka pembahasan kerja sama impor LPG. Namun, untuk komoditas tersebut, proses negosiasi disebut masih memerlukan beberapa tahap lanjutan.

“Insya Allah kita juga akan mendapat support (dukungan, red.), tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua-tiga tahap, tetapi kalau crude-nya saya pikir sudah, sudah hampir final,” ujar Bahlil Lahadalia.

Bahlil menegaskan kerja sama energi dengan Rusia disiapkan dalam kerangka jangka panjang, terutama untuk menutup kesenjangan besar antara kebutuhan konsumsi BBM nasional dan produksi dalam negeri.

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar

“Kita tahu, konsumsi daripada BBM kita satu hari itu 1,6 juta barel per day, dan lifting kita hanya kurang lebih sekitar 600.000 sampai 610.000 barel per day. Kita masih impor kurang lebih sekitar satu juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tetapi di hampir semua negara,” kata Bahlil.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas sumber pasokan energi di tengah gejolak pasar global dan kebutuhan domestik yang terus meningkat.

Load More