Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno tidak hanya berjasa bagi Bangsa Indonesia. Namun juga bagi Bangsa Malaysia, khususnya dunia sepakbola negeri jiran tersebut.
Pasalnya, presiden yang juga proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia ini ternyata memiliki andil besar dalam membuat Timnas Malaysia dikenal dengan julukan Harimau Malaya.
Dilansir dari akun Instagram seasia.gol, sejarah nama Harimau Malaya sejatinya berakar dari kata-kata Soekarno yang melihat penampilan penyerang legendaris negeri jiran Dollah Don.
Dollah Don sendiri cukup dikenal di era 1940-an hingga 1950-an sebagai penyerang berbahaya.
Kisah nama Harimau Malaya sendiri terucap saat Soekarno menyaksikan pertandingan antara Persija melawan Tim Melayu Singapura. Saat itu, Dollah Don berhasil mengejar ketertinggalan timnya yang saat itu ketinggalan tiga gol.
Lantaran terkesan dengan kemampuan Dollah Don, Bung Karno memanggilnya dengan sebutan Harimau Malaya yang sejatinya terinspirasi dari salah satu spesies harimau yang terkenal di Asia Tenggara.
Kisah ini kemudian ditulis dalam situs resmi asosiasi sepakbola Malaysia, FAM.
"Berdasarkan sejarah, nama gelaran Harimau Malaya itu pada asalnya merujuk kepada penyerang kebangsaan era 1940-an hingga 1950-an, Allahyarham Dollah Don (nama sebenar Abdullah Mohd Don) apabila gelaran tersebut diberikan kepada beliau oleh Presiden Indonesia ketika itu, Sukarno selepas menyaksikan kehebatannya dalam satu perlawanan pada tahun 1953."
"Sejak itu gelaran Harimau Malaya terus melekat kepadanya sehingga skuad kebangsaan Malaysia turut digelar sebagai Harimau Malaya selama lebih 50 tahun hingga ke hari ini," tulis situs resmi FAM.
Baca Juga: Gak Bisa Icip Kehebatan Mohamed Salah, Timnas Malaysia Gagal Lawan Mesir di FIFA Matchday
Penggunaan nama Harimau Malayas sendiri dimulai pada tahun 2016. Kala itu, FAM mengambil langkah signifikan dengan mengganti nama panggilan menjadi 'Harimau Malaysia.'
Presiden FAM saat itu KDYTM Tengku Abdullah Al-Haj Ibni Sultan Haji Ahmad Shah menjelaskan bahwa istilah 'Melayu; tidak lagi cocok karena tidak mencakup seluruh negeri, termasuk wilayah Sarawak dan Sabah di Borneo utara.
"Dalam rangka menyongsong era baru sepakbola Malaysia mulai tahun 2016, FAM merasa gelar Harimau Malaya yang sering digunakan sebelumnya sudah tidak sesuai lagi."
"Hal ini karena kata Malaya sendiri sudah tidak banyak digunakan lagi di negara ini sejak terbentuknya Malaysia pada tahun 1963, yaitu sekitar 53 tahun yang lalu. Oleh karena itu, FAM hari ini secara resmi mengumumkan untuk mengadopsi nama Harimau Malaysia sebagai nama gelar baru timnas."
Sementara itu, pengubahan julukan tersebut diharapkan bisa menjadikan Timnas Malaysia menjadi tim yang kompetitif kembali.
"Maka dari itu FAM merasa tahun 2016 adalah tahun yang tepat untuk mulai menggunakan nama gelar baru ini untuk melihat skuad Macan Malaysia bangkit kembali dan menjadi tim yang kompetitif di tingkat internasional," ujar Tengku Abdullah.
Nama Harimau Malaya untuk timnas Malaysia pada dasarnya mengacu pada subspesies harimau yang ditemukan di Semenanjung Malaysia.
Namun ketika ada kata Malaya, dianggap oleh orang Malaysia di Bagian Sabah dan Sarawak seolah-olah meminggirkan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
35 Ucapan Imlek 2026 untuk Bos yang Sopan dan Profesional, Siap Di-copas!
-
Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?
-
CEK FAKTA: Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 5-28 Februari, Benarkah?
-
SD Kristen Manahan Solo Pertahankan Juara MilkLife Soccer Challenge
-
Apa Doa 1 Ramadan Sesuai Ajaran Rasulullah? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
Bigmo Anak Siapa? Ferry Irwandi Panen Kritik Usai Undang Anak Koruptor ke Podcast
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Nonton Hemat di CGV Pakai ShopeePay, Diskon Rp20 Ribu Sampai Akhir Bulan
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Sirine Kota Palembang Bunyi Lagi, Apa Maknanya dan Apa Fungsinya Sekarang?