Meski sempat dicaci di negeri sendiri, nama Saddil Ramdani mencuri perhatian media di Malaysia. Pasalnya, pemain timnas Indonesia itu kerap terrekam menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia 'Negaraku' dengan khidmat.
Hal itu pula yang kemudian menjadi perhatian khusus media Harimau Malaya. Dalam artikelnya bertajuk 'Saddil Ramdani patut jadi contoh, nyanyi Negaraku dengan semangat walaupun bukan orang Malaysia', pemain kelahiran Kendari ini mendapat pujian.
"Bintang Indonesia Saddil Ramdani berhasil mencuri perhatian penggemar sepak bola lokal pada aksi Liga Super antara klubnya Sabah FC dan Sri Pahang FC Sabtu lalu setelah videonya menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku, menjadi viral," tulis media tersebut.
Saddil dikatakan hafal setiap bait lagu sakral yang lazim diperdengarkan di setiap pertandingan yang bergulir di Liga Super Malaysia. Apalagi, Saddil sudah tiga tahun tampil membela Sabah FC.
"Tak heran jika ia mampu menghapal setiap bait lirik dari lagu tersebut mengingat ini tahun ketiganya bersama Sabah dan tahun keempat tampil di Malaysia," sambung tulisan tersebut.
Media itu juga menuliskan, Saddil menyanyikan lagu Negaraku, seolah-olah dia adalah Warga Negara Malaysia.
"Namun yang membuat banyak orang terpesona adalah Saddil yang terlihat begitu antusias menyanyikan lagu Negaraku, seolah-olah dia adalah orang Malaysia," tulis media tersebut.
Tulisan khusus mengenai Saddil yang kerap ikut menyanyikan lagu Negaraku, bermula dari kritikan pecinta sepakbola di Malaysia. Mereka mempersoalkan pemain naturalisasi Malaysia yang tidak hafal lagu negaranya sendiri.
Hal tersebut terlihat saat laga Malaysia melawan Kepulauan Solomon dan Papu Nugini saat menjalani laga FIFA Match Day beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Saddil Ramdani Kena Semprot Eks Pelatih usai Kritik Timnas Indonesia: Luar Biasa tapi Ego Tinggi
"Memang benar karena terlihat pada laga persahabatan Malaysia melawan Kepulauan Solomon dan Papua Nugini pada siang hari, ada sejumlah pemain yang hanya diam saat lagu Negaraku dimainkan," tulis media itu.
"Meski berkewarganegaraan Indonesia, Saddil mampu menjadi contoh bagi pemain lokal dalam hal sikap patriotiknya."
Meski demikian, Harimau Malaya berasumsi, sikap Saddil tersebut merupakan bentuk penghormatannya kepada negara Malaysia yang kini menjadi tempatnya mencari nafkah.
"Mungkin bagi Saddil sendiri, dia sangat menghormati Malaysia yang menjadi tempatnya mencari makan, sehingga tidak canggung menyanyikan lagu Negaraku."
Tak heran, jika kemudian banyak pecinta sepakbola berharap pemain keturunan dan naturalisasi di Timnas mereka bisa menirukan sikap Saddil.
"Tidak hanya pemain warisan dan naturalisasi, pemain lain juga perlu meniru semangat yang ditunjukkan Saddil saat menyanyikan lagu kebangsaan. Pasti ada rasa malu ketika melihat orang negara lain menyanyikan lagu Negaraku dengan semangat yang lebih dari orang Malaysia sendiri."
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Janji! Amerika Tidak Serang Iran Lagi
-
Link Resmi Recruitment Magang Pertamina 2026, Ada 400 Lowongan
-
Siapa Saja 8 Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi?
-
Bedah Data: Intip Kontrasnya Karakter Peminat Toyota Avanza vs Mitsubishi Xpander
-
Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur
-
Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
-
Arti Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta Om Zein yang Dinilai Rendahkan Perempuan
-
Solar Langka: Jeritan Nelayan Pamekasan yang Terpasung di Darat
-
Perbedaan Sepeda Gunung dan Road Bike, Mana yang Harus Dipilih?