/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 10:51 WIB
Presiden RI Joko Widodo berbincang dengan para duta besar negara ASEAN dan negara mitra di gerbong MRT menuju Stasiun ASEAN, Jakarta, Selasa (8/8/2023). ([ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden])

Presiden RI Joko Widodo memamerkan Moda Raya Terpadu (MRT) ke sejumlah duta besar negara ASEAN di Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Di hari ulang tahun ASEAN ke-56 itu, Presiden Jokowi mengajak para dubes merasakan salah satu moda transportasi terbaru yang dimiliki Indonesia itu dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun ASEAN.

Dari pantauan wartawan, Presiden Jokowi tiba di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa, sekitar pukul 08.30 WIB.

Sejumlah menteri dan pejabat yang turut mendampingi, yakni Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Direktur Utama MRT Tuhiyat, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Pangdam Jaya Mayjen M. Hasan, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Karyoto.

Sebelum menaiki MRT, Jokowi mendapat kartu jelajah berganda edisi khusus ASEAN oleh Dirut MRT. Kartu elektronik ini diluncurkan untuk memperingati HUT ke-56 ASEAN.

Jokowi pun tampak melakukan tap in kartu akses MRT tersebut, kemudian diikuti oleh para dubes asing untuk bersama-sama menaiki MRT.

Jokowi dan para dubes terlihat berbincang di dalam gerbong MRT. Sesampainya di Stasiun ASEAN, Jokowi dan para dubes kemudian berjalan menuju Kantor Sekretariat ASEAN untuk menghadiri ASEAN Day.

Dalam kesempatan Sidang Umum ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Ke-44 di Jakarta, Senin (7/8), Presiden Jokowi mengatakan dukungan parlemen ASEAN diperlukan dalam upaya-upaya membangun kawasan Asia Tenggara yang sejahtera.

Berdasarkan survei EU-ASEAN Business Sentiment yang melibatkan 600 sektor swasta di Uni Eropa yang baru saja berdiri 1 Agustus lalu, ASEAN saat ini dinilai sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik, yaitu 63 persen, diikuti China 12 persen, India 8 persen, dan 80 persen melihat ASEAN sebagai kawasan penting.

Baca Juga: Kurang Setuju Pemain Timnas Indonesia Ikut Pendidikan Kepolisian, Indra Sjafri: Saya Saja Berhenti

Load More