Suara.com - Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengaku kurang setuju melihat dinamika pemain-pemain Timnas Indonesia yang mengikuti pendidikan kepolisian. Namun, Indra Sjafri tak mau ikut campur lebih jauh karena menghormati keputusan pemain.
Beberapa waktu lalu memang ada beberapa pemain berlabel Timnas Indonesia mengikuti pendidikan kepolisian. Mereka adalah Muhammad Ferarri (Persija Jakarta), Kakang Rudianto (Persib), Frengky Missa (Persikabo), dan Dimas Juliono Pamungkas (Bhayangkara FC).
Kemudian ada lagi Ananda Raehan (PSM), Daffa Fasya (Borneo FC), Rabbani Tasnim (RANS Nusantara), Ginanjar Wahyu (Arema FC) serta Muhammad Faiz Maulana (Bhayangkara FC). Keputusan mereka sempat menuai polemik karena meninggalkan klub disaat BRI Liga 1 2023-2024 sedang berjalan.
"Ya saya memang susah, ya. Maksudnya begini, ini 'kan dia mengambil sikap untuk masuk Polri antisipasi dia untuk masa depan," kata Indra Sjafri kepada awak media Senin (7/8/2023).
"Saya mohon maaf, kurang setuju sebetulnya. Saya saja berhenti dari PT Pos," sambung eks pelatih Timnas Indonesia U-19 tersebut.
Lebih lanjut, Indra Sjafri menjelaskan industri sepak bola Tanah Air sebenarnya sudah cukup menjanjikan. Hanya tinggal bagaimana pemain itu bisa mengatur agar bisa tetap berinvestasi buat masa depan.
Namun, Indra Sjafri tidak mau ikut campur lebih jauh. Akan tetapi, ia pribadi mengaku sulit membagi waktu jika ada pekerjaan lain di luar sepak bola.
"Saya enggak melarang dia menentukan sikap, karena ini pilihan individu. Tapi saya sebagai orang yang bergerak di profesional sepak bola, jangan ada ketakutan lah untuk pemain-pemain benar-benar yang konsentrasi di sepak bola," jelas Indra Sjafri.
"Cuma pengalaman saya, saya enggak bisa memerankan dua karier, makannya saya berhenti di PT Pos, enggak mungkin," pungkas Indra Sjafri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol
-
Jelang Jepang vs Brasil, Zion Suzuki: Kami Bawa Modal Tak Terkalahkan
-
Tebar Ancaman ke Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026, Hajime Moriyasu: Jepang Punya Peluang Menang
-
Klasemen Piala Dunia 2026: Siapa Saja Juara Grup?
-
Intip Statistiknya! Belanda Pecahkan Rekor Penguasaan Bola di Piala Dunia 2026
-
Persija Jakarta Selangkah Lagi Rekrut Bek Bosnia, Kontrak 2 Tahun Sudah Disepakati
-
Shin Tae-yong Turun Langsung Cek Fasilitas Persija, Persiapan Macan Kemayoran Menuju Musim Baru
-
Jepang Penjaga Marwah Asia: 11 Pertandingan Tak Terkalahkan Lawan Tim Eropa
-
Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund
-
Kimmich Soroti Kesalahan Fatal Jerman usai Dikalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026