Jakarta International Stadium (JIS), sebuah ikon kemegahan arsitektur modern yang menjulang tinggi di kawasan Papanggo-Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah menjadi perhatian masyarakat sejak dimulainya konstruksinya.
Nemun ternyata pembangunan Jakarta International Stadium ini sudah dimulai sejak 2008 di masa Fauzi Bowo sebagai Gubernur Jakarta.
Meskipun melibatkan empat periode Gubernur DKI Jakarta dalam perjalanannya, sorotan publik selalu tertuju pada satu nama Anies Baswedan.
JIS, sebuah stadion dengan kapasitas sekitar 82 ribu penonton yang diakui internasional, telah menjadi simbol prestise dan kebanggaan bagi ibu kota.
Namun, mengapa nama Gubernur Anies Baswedan selalu menjadi pusat perbincangan dalam proyek mega ini?
Menurut laporan dari Suara.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta, Joko Agus Setyono, baru-baru ini membuat pernyataan yang mengisyaratkan adanya beberapa masalah dalam pengelolaan proyek-proyek besar seperti Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta International Stadium (JIS), Equestrian, dan Velodrome.
Menurut Joko Agus Setyono, proyek-proyek revitalisasi tersebut, yang semuanya diresmikan selama masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, mengalami tantangan sejak awal.
Ia menegaskan bahwa PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertanggung jawab atas pengelolaan JIS, seharusnya membiayai proyek ini menggunakan anggaran Jakpro sendiri, bukan Pendapatan Minyak dan Gas Bumi Daerah (PMD).
Dengan cara ini, pemerintah hanya akan membayar kepada Jakpro setelah proyek selesai.
Baca Juga: Termasuk JIS, Alasan FIFA Pilih 4 Stadion Jadi Venue Piala Dunia U-17
Namun, kenyataannya adalah proyek-proyek ini didanai oleh PMD, sehingga TIM dan JIS kini menjadi aset milik Jakpro.
Dalam hal ini, biaya pemeliharaan dan penyusutan yang signifikan harus ditanggung oleh Jakpro, yang akhirnya menjadi beban finansial yang berat.
Seperti dilaporkan oleh Denpasar.Suara.com, dalam sejarahnya, perjalanan pembangunan JIS dimulai pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Fauzi Bowo pada tahun 2008.
Pembangunan stadion ini berlanjut di bawah berbagai kepemimpinan, termasuk Gubernur DKI Joko Widodo, Djarot Saiful Hidayat, dan akhirnya diselesaikan pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.
Pada 19 April 2022, Anies Baswedan mengadakan perkenalan awal (soft launching) Jakarta International Stadium.
Saat itu, ia dengan bangga menyatakan bahwa JIS adalah bukti nyata kemampuan Indonesia dalam menciptakan karya monumental yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga internasional.
Meskipun perjalanan pembangunan JIS melibatkan berbagai periode kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, fokus dan perhatian publik tetap tertuju pada nama Anies Baswedan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard