/
Rabu, 16 Agustus 2023 | 09:40 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ((Suara.com/Alfian Winanto))

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini menganggap santai penjegalan dalam dunia politik. Hal itu pun langsung mendapatkan kritikan menohok dari pegiat media sosial, Jhon Sitorus.

Melalui akun Twitternya @Miduk17, Jhon Sitorus membagikan tangkapan layar pemberitaan seputar Anies. Dalam berita itu, bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu tampak menilai bahwa penjegalan dalam dunia politik adalah hal normal.

Jhon Sitorus pun lantas menilai pernyataan Anies itu bukti bahwa dia mengakui pernah melakukan penjegalan di masa lalu. Penjegalan yang dimaksud, kata Jhon Sitorus, terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

"Menormalisasi penjegalan sebetulnya adalah pengakuan atas pengalaman dirinya pernah menjegal Ahok di Pilkada 2017 DKI Jakarta," kritik Jhon Sitorus pada Selasa (15/8/2023).

Kala itu, Anies dinilainya menjegal Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan licik. Jhon juga menilai bahwa Anies memanfaatkan kelompok radikal untuk mengintimidasi pemilih lawan.

Alhasil, Anies bisa memenangkan Pilgub DKI 2017 bersama Sandiaga Uno, mengalahkan pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. Jhon Sitorus juga menuding Anies menikmati kotornya politik di masa itu.

"Ahok kala itu dijegal dengan cara licik, mengizinkan kelompok radikal untuk mengintimidasi pemilih lawan politiknya. Dia menikmati kotornya lumpur politik kala itu," serang Jhon Sitorus.

Serangan dari loyalis Ganjar Pranowo ke Anies itu langsung menuai beragam pendapat warganet. Banyak yang warganet yang justru membela Anies dan balas menyerang Jhon Sitorus.

"Pak Ahok terjegal oleh omongannya sendiri, lalu ditetapkan oleh hakim bahwa beliau bersalah. Dan Anda mau bantah itu? Kontestasi ketika itu ada 3 paslon, kebetulak Pak Anies yang terpilih, lalu dengan serampangan kalian tuduh macam-macam Pak Anies," bela warganet.

Baca Juga: Momen Megawati Rapikan Dasi Firli Bahuri Saat Tiba Di Gedung Nusantara

"Nih orang kayanya dah kehabisan bahan untuk angkat jagoannya. Makanya dia selalu berusaha jatuhkan kandidat lain dengan narasi basi. Slogan Pancasila tapi yang disampaikan adalah kebencian. Pendukung model gini ini yang justru membuat orang malas untuk dukung jagoannya," komentar warganet.

"Yang jegal Ahok adalah mulutnya menistakan agama Islam,  sama saja agama lain tapi sibuk sebarkan orang Islam naik haji. Mending urus Ganjar biar bisa nambah penghargaan mumpung masih ada waktu," tambah yang lain.

"Yang radikal yang mananya? Apakah di Jakarta terjadi chaos? Apakah ada peperangan antar agama? Perpecahan kelompok? Itu semua cuma framing Anda karena kalah dalam Pilkada, saking ketakutannya hingga bikin framing yang tidak terbukti setelah Anies menjabat, nyatanya DKI adem ayem," tulis warganet.

Load More