/
Rabu, 16 Agustus 2023 | 15:51 WIB
Aksi Warga Dago Elos (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

Kerusuhan yang terjadi di Dago Elos, Bandung tengah menjadi sorotan publik saat ini. Penolakan laporan yang diajukan oleh warga Dago Elos membuat suasana kawasan Dago memanas seiring tindakan polisi yang represif.

Diketahui, sudah sejak 2016 warga Dago seperti terkekang oleh sengketa hukum tak berujung. Kala itu warga Dago tiba-tiba digugat melalui Pengadilan Negeri Bandung dengan tuduhan menghuni lahan milik orang lain tanpa hak.

Padahal di atas lahan sengketa itu terdapat pemukiman warga yang telah menghuni puluhan tahun. Bukan hanya itu di sana juga terdapat balai pertemuan warga, Kantor Pos Dago Elos sampai Terminal Dago yang dikelola Pemerintah Bandung.

Mengutip dari laman Trimukti, mulanya hak milik tanah tersebut dipegang oleh Heri Hermawan, Dodi Rustendi dan Pipin Sandepi. Ketiganya menyandang nama belakang Muller dan mengaku mewarisi kepemilikan lahan 69.346 m2 di Dago Elos.

Namun sejak 1 Agustus 2016, tiga bersaudara Muller menyerahkan hak atas tanah yang disengketa itu kepada PT Dago Inti Graha. Oleh karena itu, PT DIG menjadi pihak yang tercatat sebagai penggungat untuk mengenyahkan warga Dago Elos.

Lalu siapa sih pebisnis dibalik PT DIG yang menjadi musuh utama warga Dago Elos.

Usut punya usut, perusahaan ini digerakan oleh tiga nama Jo Budi Hertanto (direktur utama), Erwin Sanjaya Hartanto (direktur) dan Lionny Sutisna (komisaris). Pemegang saham utama ialah Jo Budi Hartanto. 

Keluarga Hartanto sendiri memulai sepak terjang di dunia bisnis sejak 1993 dengan membangun PT Tridayamas Sinar Pusaka di Cieunteung, Jawa Barat. Kabarnya, saat melakukan bisnisnya pertama kali  Jo Budi Hartanto pun diduga melakukan dengan cara yang kotor.

Dia menggerakan mesin pabrik dengan memilih cara yang murah yakni menggunakan batu bara. Bahkan limbahnya mengotori sungai dan udara di sekitar pemukiman pabrrik tersebut. Belum lagi dia rupanya mencari untung dengan membayar murah para karyawan pabrik di masa itu.

Baca Juga: 10 Potret Undangan Pernikahan Penyanyi Dangdut, Bisa Dijadikan Inspirasi

Di generasi kedua, Alvin Sanjaya Hartanto dan Erlin Veronica Hartanto. Kedua bersaudara ini rupanya mengikuti jejak sebagai pebisnis. Alvin yang diketahui menjadi pemilik saham di PT Tridayamas Sinar Pusaka, sementara Erlin menjadi komisaris di PT Wira Global Solusi Tbk.

Tak sampai di situ, keluarga Hartanto merambah bisnis di bidang jasa dan perdagangan dan membangun real estate. Erwin Hartanto melalui PT Pusaka Mas Persada membangun dan memasarkan perumahan rawan banjir Green Sukamanah Residence.

Teranyar, Erwin mendirikan PT Dago Inti Graha. Perusahaan yang mencoba menggugat warga Dago Elos dari kediaman melalui sengketa hukum tak berujung. 

Load More