Kerusuhan yang terjadi di Dago Elos, Bandung tengah menjadi sorotan publik saat ini. Penolakan laporan yang diajukan oleh warga Dago Elos membuat suasana kawasan Dago memanas seiring tindakan polisi yang represif.
Diketahui, sudah sejak 2016 warga Dago seperti terkekang oleh sengketa hukum tak berujung. Kala itu warga Dago tiba-tiba digugat melalui Pengadilan Negeri Bandung dengan tuduhan menghuni lahan milik orang lain tanpa hak.
Padahal di atas lahan sengketa itu terdapat pemukiman warga yang telah menghuni puluhan tahun. Bukan hanya itu di sana juga terdapat balai pertemuan warga, Kantor Pos Dago Elos sampai Terminal Dago yang dikelola Pemerintah Bandung.
Mengutip dari laman Trimukti, mulanya hak milik tanah tersebut dipegang oleh Heri Hermawan, Dodi Rustendi dan Pipin Sandepi. Ketiganya menyandang nama belakang Muller dan mengaku mewarisi kepemilikan lahan 69.346 m2 di Dago Elos.
Namun sejak 1 Agustus 2016, tiga bersaudara Muller menyerahkan hak atas tanah yang disengketa itu kepada PT Dago Inti Graha. Oleh karena itu, PT DIG menjadi pihak yang tercatat sebagai penggungat untuk mengenyahkan warga Dago Elos.
Lalu siapa sih pebisnis dibalik PT DIG yang menjadi musuh utama warga Dago Elos.
Usut punya usut, perusahaan ini digerakan oleh tiga nama Jo Budi Hertanto (direktur utama), Erwin Sanjaya Hartanto (direktur) dan Lionny Sutisna (komisaris). Pemegang saham utama ialah Jo Budi Hartanto.
Keluarga Hartanto sendiri memulai sepak terjang di dunia bisnis sejak 1993 dengan membangun PT Tridayamas Sinar Pusaka di Cieunteung, Jawa Barat. Kabarnya, saat melakukan bisnisnya pertama kali Jo Budi Hartanto pun diduga melakukan dengan cara yang kotor.
Dia menggerakan mesin pabrik dengan memilih cara yang murah yakni menggunakan batu bara. Bahkan limbahnya mengotori sungai dan udara di sekitar pemukiman pabrrik tersebut. Belum lagi dia rupanya mencari untung dengan membayar murah para karyawan pabrik di masa itu.
Baca Juga: 10 Potret Undangan Pernikahan Penyanyi Dangdut, Bisa Dijadikan Inspirasi
Di generasi kedua, Alvin Sanjaya Hartanto dan Erlin Veronica Hartanto. Kedua bersaudara ini rupanya mengikuti jejak sebagai pebisnis. Alvin yang diketahui menjadi pemilik saham di PT Tridayamas Sinar Pusaka, sementara Erlin menjadi komisaris di PT Wira Global Solusi Tbk.
Tak sampai di situ, keluarga Hartanto merambah bisnis di bidang jasa dan perdagangan dan membangun real estate. Erwin Hartanto melalui PT Pusaka Mas Persada membangun dan memasarkan perumahan rawan banjir Green Sukamanah Residence.
Teranyar, Erwin mendirikan PT Dago Inti Graha. Perusahaan yang mencoba menggugat warga Dago Elos dari kediaman melalui sengketa hukum tak berujung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Drama Adu Penalti di Arlington! Mesir Singkirkan Australia Segel Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Politik Selebritas: Ketika Pejabat Dipuja Layaknya Artis Idola
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda