Setelah diburu dari tahun 2020, ia akhirnya menyerahkan diri ke KPK. Pada tahun 2021, hakim menjatuhi Andreau hukuman berat dengan 4,5 tahun penjara dan denda sekitar Rp300 juta.
5. Ajay M Priatna
Selanjutnya ada Ajay M Priatna, seorang politisi PDIP yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Cimahi. Dia diburu KPK atas kasus korupsi proyek pengadaan pembangunan rumah sakit di kotanya pada tahun 2020.
Akibatnya, Ajay mendapatkan hukuman kurungan penjara selama 2 tahun. Meski begitu, Ajay M . Priatna rupanya kembali ditangkap usai bebas dari penjara pada tahun 2022.
Alasan penangkapan itu, Ajay diduga menyuap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Pada April 2023, Ajay dijatuhi hukuman selama empat tahun penjara dan dengan sebesar Rp200 juta.
6. Harun Masiku
Nama Harun Masiku memang sudah tidak asing lagi. Sampai saat ini, dia masih menjadi buronan KPK dan masih belum bisa divonis.
Politisi PDIP ini diduga memberikan sejumlah uang kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan sekitar Rp850 juta. Uang tersebut diduga sebagai uang pelicin agar dirinya masuk menjadi anggotra DPR.
Harun Masiku belum bisa divonis sampai saat ini, mengingat selama ini dia kabur dan menolak pemanggilan pemeriksaan.
Baca Juga: Asian Agri Lakukan Sosialisasi Antisipasi Karhutla di 5 Desa di Sumut
8. Ismail Thomas
Teranyar, kader PDIP yang merupakan anggota DPR RI Ismail Thomas. Dia ditangkap atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Pertambangan Sendawar Jaya.
Politisi PDIP ini terjerat Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1999 tentang Tindap Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP. Namun saat ini, Ismail masih ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba cabang Kejaksaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati