/
Kamis, 24 Agustus 2023 | 14:06 WIB
Politisi PDIP Gibran Rakabumimg Raka hadir di acara PSI di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023). (Suara.com/Novian)

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sempat menghadiri acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kehadiran Gibran itu lantas menuai berbagai sorotan.

Kendati demikian, PDI Perjuangan yang merupakan partai tempat Gibran bernaung tidak mempermasalahkan kehadirannya.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menegaskan bahwa kehadiran Gibran pada acara PSI itu selaku kepala daerah yang dianggap telah sukses.

"Sebagai kader PDI Perjuangan, Mas Gibran sangat tahu fatsun politik," ujar Said Abdullah dikutip pada Kamis (24/8/2023).

Menurutnya, Gibran juga sempat menyatakan bahwa banyak kader muda yang gigih dalam politik di PSI.

Tak hanya itu, Gibran menyebutkan lebih banyak lagi kader muda yang hebat di PDIP.

Said menjelaskan bahwa dalam acara Kopdarnas itu Gibran memosisikan diri sebagai pihak yang memberikan sharing session dan apresiasi. Pasalnya, PSI menjadi partai pendukung saat Gibran bertarung di pilkada Surakarta.

"Bagi kami itu baik baik saja. Artinya, kapasitas dan integritas Mas Gibran sebagai kader PDI Perjuangan diakui oleh partai lain," ujarnya.

Said melihat Gibran membawa semangat persatuan kepada segenap pihak. Untuk itu, kedatangan Gibran ke berbagai acara politik dimaknai sebagai pemimpin yang supel, mudah bergaul dan merangkul banyak pihak.

Baca Juga: 5 Kakak Beradik yang Menjadi Pemain Sepak Bola Terkenal, Ada Florentin Pogba dan Paul Pogba

Model kepemimpinan seperti inilah, sambung Said, yang bisa menjadi teladan dan cerminan pemimpin yang dibutuhkan pada masa depan, khususnya dalam menghadapi tantangan yang semakin tidak mudah.

"Dengan semangat persatuan, itulah modal dasar terbangunnya kerja gotong royong sebagai jiwa penting Pancasila," tambah Said.

Dia menilai putra pertama Presiden Jokowi itu mengajak anak muda untuk aktif berpartisipasi pada ranah politik. Ajakan ini tentu makin baik bagi tumbuhnya demokrasi ke depan karena semakin banyak generasi masa depan peduli terhadap politik.

Hal ini tentu memberi harapan baik bagi kualitas pemilih dan yang dipilih karena dengan peduli mengandaikan tuntutan literasi politik makin baik.

Meski begitu, Said menjelaskan peduli itu berbeda dengan mobilisasi.

"Mobilisasi sekadar dihadirkan tanpa tahu maksud dan tujuan sebenarnya, mobilisasi cenderung pragmatis. Sedangkan kepedulian mengisyaratkan kematangan politik yang kian berkualitas," jelas Said.

Load More