/
Jum'at, 25 Agustus 2023 | 14:42 WIB
Potret Prabowo Subianto dan Budiman Sudjatmiko. (Suara.com/Alfian Winanto)

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniasyah menilai sanksi pemecatan yang dikeluarkan PDI Perjuangan terhadap Budiman Sudjatmiko sudah tepat.

"Pemecatan Budiman Sudjatmiko oleh PDIP sudah tepat," kata Dedi saat dihubungi, Jumat (25/8/2023). 

Dedi menilai Budiman dianggap tidak menghormati PDIP usai secara terang-terangan mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres, alih-alih mendukung Ganjar Pranowo.

"Secara umum Budiman memang tidak menghormati partai yang telah membesarkan karier politiknya, bagaimanapun ia jelas melanggar etika sebagai kader," tuturnya. 

Menurutnya, nasib politik Budiman bergantung pada hasil yang diperoleh Prabowo di Pilpres 2024. Bukan tidak mungkin jika Budiman akan mendapatkan kekuasaan jika Prabowo menang.

"Ke depan nasib politiknya ditentukan oleh kemenangan Prabowo, jika menang maka ia berpeluang untuk mendapat porsi kekuasaan," ujarnya. 

Dipecat PDIP

Sebelumnya, Mantan Aktivis 98 Budiman Sudjatmiko akhirnya dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pemecatan dilakukan usai dia mendukung Prabowo Subianto menjadi capres pada Pilpres 2024. 

Dalam surat yang disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, terlihat ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan juga Sekjen Hasto Kristiyanto.  Pada salah satu poinnya, menyebutkan bahwa Budiman mendapat sanksi organisasi berupa pemecatan. 

Baca Juga: 20 Tahun Suka Duka Budiman Sudjatmiko dengan PDIP: Momen Kudatuli Paling Dikenang

"Memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Sdr. Budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil. dari keanggotaan Partai Demokrati Indonesia Perjuangan," bunyi salah satu poin surat tersebut.

Load More