Pelatih Timnas Indonesia U-17 Bima Sakti mengatakan dirinya mempelajari kekuatan Korea Selatan, khususnya ketika tim besutan Byun Sung-hwan menghadapi Jepang di final Piala Asia U-17.
Seperti diketahui Korea Selatan adalah runner-up Piala Asia U-17 2023, mereka dikalahkan Jepang di partai puncak tersebut.
Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi Korea Selatan dalam laga uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (30/8/2023). Bagi kedua tim, laga ini sebagai persiapan menatap Piala Dunia U-17 2023.
"Untuk Korea Selatan kita sudah potong-potong videonya saat melawan Thailand di babak penyisihan, kemudian kita juga melihat potongan video saat mereka kalah di final melawan Jepang," kata Bima Sakti dalam konferensi pers sehari menjelang pertandingan, Selasa (29/8/2023).
"Kita sudah sedikit informasikan ke pemain juga, mereka memiliki kualitas yang bagus karena saya juga ingin kita melawan tim yang bagus agar bisa tahu apa kekurangan kita," jelas Bima Sakti.
Bima Sakti menjelaskan Korea Selatan cocok menjadi lawan Timnas Indonesia U-17. Kemampuannya yang luar biasa itulah dirasa bisa menguji mental bermain Garuda Asia.
"Kalau kita lawan tim di bawah atau setara mungkin kita bisa menang, bisa main bagus, tapi kita gak bisa melihat sampai dimana level kita dan kekurangan tim kita," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas
-
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
-
Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat
-
Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli
-
Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%
-
Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta
-
Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar
-
Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer
-
Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil
-
Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia