/
Rabu, 30 Agustus 2023 | 19:38 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Tangkapan layar TV Parlemen)

Polusi udara menjadi faktor yang menyebabkan kematian terbanyak urutan ke lima di Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2023).

Dilansir dari Suara.com, Dalam data yang dipaparkan itu disebutkan jika faktor kematian pertama disebabkan oleh tekanan darah tinggi dengan 477.723 kasus.

Kemudian, kedua, gula darah tinggi (259.251), ketiga, merokok (264.359), keempat, obesitas (186.657), kelima, polusi udara (186.267), keenam, diet tinggi natrium (91.668), ketujuh paparan asap rokok (52.555), dan terakhir, sumber air tidak aman (45.774).

Adapun Budi menyampaikan, terkait persoalan polusi udara dirinya sudah melakukan dua kali rapat terbatas dengan Presiden Jokowi. Menurutnya, masalah ini akan ditangani dari hulunya.

"Memang di ratas pertama, kami menyampaikan bahwa kementerian kesehatan itu bukan di hulu bukan di sebab. Jadi fokusnya kita akan lebih ke menangani akibatnya atau di hulu, tapi dalam diskusi memang kita diminta beberapa masukan karena mirip dengan pandemi covid," kata Budi. 

"Ini harus ada surveilancenya, harus ada data analisisnya dan bagaimana caranya publik bisa percaya dengan integritas data dari pemerintah," sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pengaruh terbesar dari adanya polusi udara adalah terhadap munculnya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), Pneumonia, Asma, dan ISPA.

"Tapi karena PPOK ini sifatnya kronis dan berkepanjangan, kita cos Pneumonia dan Asma dan juga ISPA. Jadi infeksi atas dan infeksi bawah, infeksi saluran pernapasan dan saluran paru," pungkasnya.

Baca Juga: Statistik Mengkhawatirkan Timnas Indonesia vs Turkmenistan: 3 Striker Masih Tanpa Gol di BRI Liga 1

Load More