/
Kamis, 31 Agustus 2023 | 16:23 WIB
Jakarta International Stadium (JIS) (Instagram/jakinstadium)

Rumput di Jakarta International Stadium (JIS) akhirnya diganti untuk memenuhi standar FIFA. Stadion ini nantinya akan menjadi salah satu venue bersama 5 stadion lain di Indonesia.

Kendati begitu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin menyebut pekerjaan menggulung rumput di lapangan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara merupakan bagian dari perawatan (treatment).

Kegiatan ini, jelas  Iwan, bertujuan untuk mengantisipasi rumput yang terkelupas atau rusak karena tingginya intensitas pertandingan.

Treatment ini untuk memastikan supaya rumput tumbuh lebih baik dan sempurna di persemaian (nursery). Rumput-rumput yang mengalami kejenuhan karena intensitas pertandingan yang tinggi kami pelihara di persemaian agar pulih dan tumbuh normal kembali," kata Iwan di Jakarta, Kamis.

Iwan menambahkan rumput digulung secara manual untuk menjaga keutuhan akar, kemudian dipindahkan ke tempat persemaian supaya bisa tumbuh lebih optimal dan sempurna.

Tahapan selanjutnya berlangsung di tempat persemaian yakni meningkatkan kualitas rumput hingga mencapai kondisi prima, agar senantiasa memenuhi kriteria yang direkomendasikan FIFA.

Iwan juga menyebutkan bahwa ke depannya akan ada lebih dari satu tempat persemaian.

Karena lapangan utama harus bisa digunakan kapanpun, maka penting menjadikan rumput yang berada di tempat persemaian untuk bisa digunakan sebagai cadangan (backup) apabila diperlukan sewaktu-waktu.

Iwan menambahkan proses penggantian rumput pun ke depannya akan sering dilakukan, ada yang dua kali sehari atau tiga kali sehari.

Mengingat intensitas setiap pertandingan sepakbola berbeda-beda, kualitas rumput harus mendukung intensitas pertandingan dan penggunaan lapangan tersebut.

Iwan mengatakan Jakpro berkomitmen melakukan penyempurnaan dan persiapan terbaik bagi JIS menjelang perhelatan internasional Piala Dunia U-17 FIFA yang berlangsung pada 10 November sampai 2 Desember 2023 mendatang.

JIS akan menjadi arena utama yang menjadi tempat dua grup berlaga, termasuk kandang Timnas U-17 Indonesia.

Selain JIS, penyelenggaraan turnamen dunia yang berlangsung pada 10 November sampai 2 Desember itu akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya).

Beda dengan Manahan

Jika rumput JIS harus digulung dan diganti, beda lagi dengan rumput di Stadion Manahan yang hanya perlu dipotong.

Rumput Stadion Manahan telah dipotong sebelum pertandingan Liga 1 antara Persis Solo melawan Bali United.

Ia memastikan kondisi rumput stadion tidak rusak dan jika tidak dipotong maka rumputnya akan tumbuh semakin panjang saat FIFA datang ke Solo.

"Sehingga, harus dipotong agar saat pemeriksaan nanti pantulan bola bagus sesuai yang diharapkan," katanya yang menyebut pemeriksaan akan fokus pada kondisi rumput karena sangat krusial.

Dalam waktu dekat juga akan dilakukan sterilisasi pada lapangan pendukung yang nantinya digunakan sebagai tempat latihan bagi peserta Piala Dunia U-17.

Wali kota yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut memastikan komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-17. Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan sesuai arahan PSSI.

Baca Juga: Ipswich Town Lepas Elkan Baggott untuk Gabung Timnas Indonesia U-23

"Kami juga akan segera menutup pedagang kaki lima Selter Manahan. Konsepnya penutupan sementara, sama seperti saat Piala Dunia U-20 kemarin," katanya.

Load More