- Masjid Jogokariyan Yogyakarta memulai persiapan Ramadan dengan pematangan dekorasi dan logistik, termasuk penghitungan ulang alat makan yang sering hilang.
- Masjid Jogokariyan meningkatkan kuota buka puasa menjadi 3.800 porsi harian, menyajikan beragam menu nusantara, dan kini menggunakan alat cuci beras otomatis.
- Sistem masak masih berbasis gotong royong melibatkan 28 kelompok ibu-ibu Dasawisma/PKK yang berlomba memberikan masakan terbaik untuk jemaah.
Suara.com - Masjid Jogokariyan Yogyakarta memulai berbagai persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadan. Saat ini pihak masjid pada pematangan dekorasi kawasan hingga penyediaan logistik menu berbuka bagi para jemaah.
Humas Kampung Ramadan Jogokariyan, Ahmeda Edo, menuturkan bahwa persiapan fisik termasuk melakukan penghitungan ulang terhadap ketersediaan alat makan yang akan digunakan setiap acara-acara besar.
"Ya, untuk persiapan bulan Ramadhan di Masjid Jogokariyan sendiri sudah dimulai sejak sekitar satu bulan yang lalu ya. Merancang street art dekorasinya. Kemudian dekat-dekat ini kami sudah mulai persiapan alat makannya, menghitung ulang," kata Edo saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).
Manajemen logistik piring menjadi perhatian serius bagi panitia. Sebab, Edo bilang ada penyusutan jumlah setiap tahunnya. Panitia mencatat ribuan alat makan hilang atau tidak diketahui keberadaannya.
"Kurang lebih per tahun itu kita yang lost (hilang) itu sekitar 1.000 sampai 1.500 alat makan, yang maksudnya nggak tahu kemana, ya pokoknya berkurangnya sekitar segitu. Jadi sudah dibelanjakan lagi," ungkapnya.
Sediakan 3.800 Porsi Tiap Hari
Pada tahun ini, Masjid Jogokariyan meningkatkan kuota penyediaan menu buka puasa dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun secara resmi panitia menyiapkan 3.800 porsi per hari, Edo memperkirakan jumlah jemaah yang hadir secara rill di lapangan bisa mencapai lebih dari 4.000 orang.
"Tahun ini kami ada peningkatan untuk buka puasanya, yang tahun lalu kami hanya menyiapkan sekitar 3.500, tahun ini kita menyiapkan 3.800. Ya nanti biasanya rill di lapangan itu bisa lebih dari 4.000," ujar Edo.
Menu yang akan dihadirkan pun beragam masakan nusantara. Mulai dari opor, tongseng hingga empal gentong. Menu buka puasa itu bisa dipantau melalui sosial media Masjid Jogokariyan.
Baca Juga: Sambut Ramadan 2026, Ini Deretan Sinetron dan Serial Streaming Pilihan untuk Sahur dan Berbuka Puasa
"Ada macam-macam sih, ada opor, tongseng, kemudian ada bistik, ada bakmoy, brongkos, sup kembang waru, empal gentong, dan lain-lain. Macam-macam sih menunya, menu yang seger-seger," ungkapnya.
Alat Cuci Beras Otomatis
Guna mendukung efisiensi kerja tim konsumsi, terutama para relawan lansia dan ibu-ibu, kata Edo, panitia menghadirkan inovasi berupa alat cuci beras otomatis.
Alat custom yang dibeli seharga di bawah Rp15 juta itu mampu mencuci 50 kilogram beras dalam waktu 10 hingga 15 menit. Sehingga lebih efektif dibandingkan cara manual.
"Sekali proses itu bisa 10 sampai 15 menit. Itu untuk 50 kilo beras. Sementara sehari biasanya 200 kiloan, berarti empat kali," ucapnya.
Edo menambahkan bahwa alat tersebut telah melalui tahap uji coba dan terbukti efektif untuk menangani kebutuhan masak dalam jumlah besar.
Berita Terkait
-
Sambut Ramadan 2026, Ini Deretan Sinetron dan Serial Streaming Pilihan untuk Sahur dan Berbuka Puasa
-
Kapan Mulai Sholat Tarawih 2026? Ini Penetapan Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Resmi
-
Bukan Cuma Masjid Jogokariyan! Ini 6 Lokasi 'Emas' Takjil Gratis Ramadan 2026 di Jogja
-
3 Hari Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Masih Pedas dan Daging Kerbau Melambung
-
25 Link Contoh Undangan Buka Puasa Bersama, Bisa untuk Alumni hingga Teman Kantor
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'
-
Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam
-
Sadis! Cuma Nunggak Rp3,3 Juta, Pemuda di Cakung Disekap dan Disiksa di Showroom Motor
-
Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis
-
Kronologis Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat Tabrakan di Udara
-
Dijerat Pasal Berlapis, Feri Penyekap dan Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Terancam 12 Tahun Penjara!
-
Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi
-
Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!
-
Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya
-
Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show