Pembalap Team Ducati, Francesco Bagnaia masih bersikeras untuk berkompetisi di balapan kandangnya di seri lanjutan MotoGP 2023 yakni MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Italia, akhir pekan ini, meskipun cederanya belum sepenuhnya pulih.
"Pada Kamis (7/9), saya akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Sirkuit Misano. Jika hasilnya seperti yang saya harapkan dan para dokter memberi saya izin maka saya akan bisa kembali ke trek pada Jumat (8/9) untuk latihan pertama di Grand Prix kandang saya," kata Bagnaia, dikutip dari keterangan resmi Ducati Corse, Kamis (7/9).
"GP San Marino selalu menjadi acara spesial bagi kami para pembalap Italia dan khususnya bagi kami para pebalap Ducati. Saya akan melakukan yang terbaik untuk bisa balapan pada Sabtu (9/9) dan Minggu (10/9)," ujarnya menambahkan.
Adapun Bagnaia terbentur keras ke aspal setelah mengalami highside yang parah dan kakinya ditabrak oleh pembalap lain saat melakoni babak utama MotoGP Catalunya, Spanyol, akhir pekan lalu.
Juara dunia MotoGP musim lalu itu pun berhasil lolos dari kecelakaan tersebut hanya dengan beberapa luka memar dan tidak mengalami patah tulang.
Sementara, rekan satu timnya yaitu Enea Bastianini yang juga terlibat dalam kecelakaan hebat itu, masih memerlukan proses pemulihan yang lebih intens agar bisa kembali ke trek segera.
Meski demikian, MotoGP San Marino dinilai oleh tim bukan saat yang tepat bagi pembalap Italia itu untuk kembali.
Pasalnya, Bastianini mengalami patah tulang di tangan kiri dan pergelangan kaki kirinya dalam kecelakaan tersebut. Ia lalu menjalani operasi pada Senin (4/9) malam di Rumah Sakit Modena dan harus menjalani perawatan lebih lanjut.
Bastianini pun dipastikan akan melewatkan MotoGP San Marino, MotoGP India, dan MotoGP Jepang 2023.
Baca Juga: Langsung Naik ke Timnas Indonesia Senior dari Tim U-20, Ini Kaul Wonderkid Persija
Meski demikian, Ducati tidak akan menurunkan pembalap pengganti untuk menemani Pecco berkompetisi di atas lintasan.
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Di Balik Paket dan Perjuangan: Cerita Kurir Perempuan Menaklukkan Tantangan Lapangan
-
Ulasan Film Kupilih Jalur Langit: Kisah Nyata Viral yang Menguras Air Mata
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik