Makin banyak pemain naturalisasi yang akan memperkuat Timnas Indonesia. Setelah Jay Idzes, muncul tanda-tanda Emil Audero Mulyadi akan menyusul.
Sosok kiper Inter Milan ini sudah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh penggemar Timnas Indonesia sejak 2017 silam, ketika nama Emil Audero Mulyadi mulai naik.
Dikutip dari Bolatimes.com, PSSI sudah beberapa kali mencoba untuk mendapatkan pemain berusia 26 tahun tersebut namun belum berhasil.
Di lain sisi, Emil Audero Mulyadi masih berharap dipanggil Timnas Italia dan diturunkan dalam pertandingan negara tersebut.
Namun mulai beredar desas-desus lain setelah Erick Thohir mengambil kursi Ketua Umum PSSI, semua hal yang sebelumnya dirasa mustahil kini bisa terjadi.
Termasuk mendatangkan Timnas Argentina untuk FIFA Matchday menghadapi Timnas Indonesia beberapa waktu kemarin.
Dan kini seudah mulai muncul sederet tanda-tanda akan merapatnya Emil Audero Mulyadi ke Timnas Indonesia yang ditangani Shin Tae-yong.
Berikut ini ada empat tanda-tanda Emil Audero Mulyadi akan melakukan proses naturalisasi Indonesia seperti dikutip dari Bolatimes.com.
1. Tak Kunjung Dimainkan Timnas Italia
Baca Juga: Siapa Jay Idzes, Pemain Venezia yang Akan Masuk Timnas Indonesia
Mimpi Emil Audero Mulyadi bermain untuk Timnas Italia, namun hingga kini tak juga terealisasi dan masih menjadi angan.
Usianya sudah 26 tahun, teranyar Luciano Spaletti selaku pelatih Timnas Italia kembali tak meliriknya sebagai salah satu opsi.
Spaletti justru memanggil empat kiper lain untuk Kualifikasi Piala Eropa 2024, momentum ini bisa menjadi tanda pertama.
2. Magis Erick Thohir
Magis Erick Thohir sebagai ketum PSSI, membuat Emil Audero Mulyadi bahkan merasa penasaran sampai memilih mengikuti akun Instagram pribadi eks presiden Inter Milan itu.
Hal ini tentu memperlihatkan bagaimana hubungan baik yang terjalin antara Emil dan Erick, sekaligus cara memuluskan jalan untuk naturalisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026