/
Minggu, 10 September 2023 | 16:46 WIB
Joko Santoso Ketua DPC Gerindra Kota Semarang. (dprd.semarangkota.go.id)

"Terus saya ketemu dengan orang yang namanya Suparjianto, saya tanya kamu kok tidak menghormati aku kenapa, dia jawab aku hanya disuruh om. Itu aja statemennya," imbuh dia.

Joko menegaskan hanya mendorong saja dan tidak melakukan pemukulan. Dia pun mengaku heran dengan luka benjol di muka sebelah kanan Suparjianto.

"Memang saya dorong tapi bukan di muka. Saya nggak habis pikir muka itu dibuat siapa kok ada benjolan. Ini yang perlu klarifikasi dan tangan saya bersih tidak ada sedikit pun luka dan lebam, kalau saya mukul pasti ada bekas," tegas Joko.

Joko Dipecat

 Joko Santoso resmi dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Semarang karena membentak kader PDIP, Suprajianto.

"Dan diberikan sanksi cukup berat diberhentikan sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Semarang," kata Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman.

Saat persidangan dilangsungkan Joko mengakui kesalahannya membentak Suprajianto di rumahnya.

"Tadi dalam pengakuannya mendatangi rumah kader PDIP, masuk kemudian juga membentak, diakui sendiri," kata Habiburokhman.

Menurut Habiburokhman, pengakuan itu sudah menjadi bukti untuk menyatakan Suprajianto bersalah.

Baca Juga: Daftar Gerai Mixue Terdekat di Bogor yang Bisa Dikunjungi

"Intinya majelis bersepakat, lima anggota majelis menjatuhkan putusan bahwa yang bersangkutan bersalah. Melanggar Pasal 68 Anggaran Rumah Tangga Partai Gerindra, yaitu soal jati diri kader Gerindra yang harus berperilaku sopan, rendah hati dan disipilin," jelasnya.

Pemberhentian Joko dari jabatannya sebagai ketua DPC Gerindra Kota Semarang, terhitung sejak  Minggu 10 September 2023. Namun demikian Joko tetap berstatus sebagai kader Gerindra.

Load More