Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar kasus produksi film pornografi yang melibatkan artis dan selebgram di Jakarta Selatan. Siskaeee dan Virly Virginia turut terlibat menjadi pemeran dalam film tersebut.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyebut kelima tersangka dalam kasus produksi film dewasa itu masing-masing berinisial I, JAAS, AIS, AT dan ET.
Lantas, siapa sosok pemilik rumah produksi tersebut?
Profil pemilik rumah produksi
Sosok berinisial I diduga menjadi orang di balik rumah produksi. Ia berperan sebagai sutradara sekaligus admin dan pemilik situs tersebut.
I memiliki tiga situs yang berisi film-film dewasa berbayar. Hal itu diungkapkan berdasarkan temuan tim patroli siber, yaitu situs https://kelassbintangg.com/, https://togefilm.com/, dan https://bossinema.com/).
Ketiga situs tersebut mentransmisikan film dewasa berbayar berdurasi 1 hingga 1,5 jam. Bersama tersangka lain, I telah memproduksi 120 judul film dewasa, salah satunya berjudul Kramat Tunggak yang diperankan Siskaeee dan Virly Virginia.
"Dari 120 judul film yang ditransmisikan di tiga website dimaksud salah satunya adalah film Kramat Tunggak yang sempat dilakukan pemblokiran oleh Kominfo di akhir bulan April tahun 2023," jelas Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.
Tarif Langganan Situs
Baca Juga: Waskita Beton Akan Bayar Utang Tahap 2 di Akhir September 2023
Sebanyak 10 ribu pengguna telah bergabung dan berlangganan pada situs berbayar tersebut. Para pengguna bergabung dengan membayar tarif langganan yang berbeda-beda.
Melalui situs tersebut, I dan tersangka lain menawarkan tarif paket yang berbeda, mulai dari membayar Rp50 ribu dengan masa berlangganan satu hari.
"Adapun jenis atau tarif yang ditawarkan, ada yang paket berlangganan 1 hari dengan membayar Rp50 ribu, 1 minggu Rp150 rb, 1 bulan Rp250 ribu, 1 tahun Rp500 ribu," jelas Kombes Ade.
Peran Tersangka
Kelima orang yang sudah menjadi tersangka, termasuk I memiliki peran masing-masing. I sebagai sutradara, admin, sekaligus pemilik dan produser.
Sementara itu, laki-laki JAAS sebagai juru kamera, laki-laki AT sebagai sound engineering, dan laki-laki AIS sebagai editor.
Berita Terkait
-
Suasana Karya Bintang Studio, Lokasi Syuting Video Porno di Jaksel yang Sempat Digerebek Polisi
-
Siskaeee Kembali Berulah, Dikabarkan Menjadi Pemeran di Produksi Film Porno
-
Gaji Pemain Film Porno Produksi Jakarta Selatan Sekali Main, Menggiurkan?
-
Rumah Produksi Film Porno di Jaksel Untung Setengah Miliar per Tahun, Pemainnya Digaji Rp10 Juta
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Tecno Spark 50 4G Rilis Global, HP Murah Mirip iPhone Ini Siap ke Indonesia
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Bandar Lampung Lumpuh dalam Semalam: 16 Kecamatan Terkepung Banjir, Satu Nyawa Tak Tertolong
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Review Honour: Saat Dunia Hukum Tidak Lagi Berpihak pada Korban
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
WFH Tiap Jumat di Mataram Resmi Berlaku, Wali Kota: Jangan Ada yang Malas-malasan!
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual