Suara.com - Dunia internasional dibuat geger oleh konflik terbuka antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV.
Perseteruan ini bukan sekadar perbedaan pendapat biasa, tetapi sudah berkembang menjadi perang kata yang menyita perhatian publik dunia, terutama karena menyentuh isu politik sekaligus keagamaan.
Konflik ini juga dipicu oleh perbedaan pandangan keduanya terkait perang antara Israel-Amerika Serikat dan Iran. Situasi semakin memanas setelah serangkaian pernyataan keras dan aksi kontroversial dari Trump, yang kemudian mendapat respons berbeda dari Paus Leo XIV.
Jika Trump tampil frontal dan tanpa kompromi, Paus justru memilih pendekatan tenang dengan tetap menyuarakan pesan perdamaian di tengah konflik global yang sedang berlangsung.
Perbedaan sikap inilah yang membuat konflik keduanya semakin menarik untuk diikuti.
Lalu, bagaimana awal mula perang kata ini terjadi, dan mengapa dampaknya begitu luas hingga memicu reaksi dari berbagai pihak di dunia? Berikut informasi lengkapnya.
Awal Mula Ketegangan Donald Trump dan Paus Leo XIV
Mengutip The Conversation, konflik antara Donald Trump dan Paus Leo XIV bermula dari perbedaan tajam dalam menyikapi perang antara Israel-Amerika Serikat dan Iran.
Paus Leo XIV secara terbuka mengkritik retorika keras dan ancaman yang disampaikan Trump, yang dinilai berbahaya serta tidak dapat diterima.
Baca Juga: Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
Paus menegaskan bahwa kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan manusia. Ia pun menyerukan para pemimpin dunia untuk mengedepankan perdamaian dan dialog, bukan kekuatan militer.
Menurutnya, penggunaan ancaman terhadap negara lain tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan maupun ajaran agama.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Trump. Melalui media sosial dan pernyataan kepada media, ia menyerang balik dengan menyebut Paus lemah dalam menghadapi kejahatan serta tidak kompeten dalam urusan kebijakan luar negeri.
Trump juga menegaskan bahwa dirinya tidak menyukai sosok Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat.
Ketegangan semakin meningkat ketika Trump mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) di platform Truth Social.
Dalam gambar tersebut, ia tampak mengenakan jubah putih dan melakukan gestur penyembuhan, visual yang oleh banyak pihak dianggap menyerupai sosok Yesus Kristus.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas