Kejadian memprihatinkan baru-baru ini terjadi di Jakarta, ketika seorang pekerja bangunan menjadi korban perlakuan kasar oleh pemuda setempat.
Alasannya? Pekerja tersebut mengenakan baju klub sepak bola Persib. Insiden ini diabadikan dalam sebuah video yang segera menyebar luas dan memicu kemarahan netizen.
Dalam video yang beredar, terlihat pemuda berpakaian hitam memaksa pekerja tersebut untuk melepas bajunya dengan cara yang tidak menyenangkan.
"Ini Jakarta, bukan Bandung," tulis keterangan dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @fakta.berita, dikutip hari Senin (25/9/2023).
Setelah berhasil merampas baju Persib dari pekerja bangunan, pemuda tersebut terlihat menginjak-injak baju tersebut.
Foto yang menunjukkan aksi ini dijadikan bagian dari video, dengan kata "pecundang" tertera di dalamnya.
Kejadian ini diketahui terjadi pada Rabu, 20 September 2023, meskipun lokasi pasti peristiwa tersebut belum diketahui.
Aksi pemuda tersebut telah memicu kemarahan dan kecaman dari berbagai pihak, banyak yang menganggap bahwa fanatisme pemuda ini telah melampaui batas.
Salah satu netizen dengan akun @nazi*** mengungkapkan rasa simpatinya kepada pekerja tersebut yang bekerja keras demi keluarganya.
Baca Juga: Contoh Deskripsi Diri PPPK Guru 2023, Agar Lolos Seleksi Sebutkan 6 Hal Ini
Ia menilai pemuda itu telah merusak mental pekerja tersebut dengan aksinya.
Beberapa pengguna lainnya juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa insiden semacam ini dapat memicu konflik lebih lanjut antar suporter.
"Yang kayak gini bisa jadi pemicu terjadinya cek cok antar suporter lebih parah lagi," ungkap akun @angk***.
Meski mengaku sebagai pendukung Jakmania, akun @bang_*** menilai bahwa aksi pemuda tersebut sudah terlalu berlebihan.
Sementara itu, akun @atau*** menuliskan, "Paling bocah kemaren sore yang jago kandang. Mris."
Insiden ini mengingatkan kita akan pentingnya toleransi dan menghargai perbedaan, termasuk dalam hal pilihan klub sepak bola.
Berita Terkait
-
Ezra Walian Tunjukkan Statistik Baik di Persib Bandung, Bakal Dilirik STY?
-
Buntut Viral Aksi Pemalakan kepada Sopir Truk di Babelan Bekasi, 13 Orang Diringkus Polisi
-
Statistik Apik Ezra Walian Bersama Persib Bandung di BRI Liga 1, Layak Dipanggil STY untuk Piala Asia 2024?
-
Jadi Satu-satunya Tim dari Indonesia, Persib Bandung Bersaing dengan 3 Klub Eropa di Turnamen Kelompok Umur
-
Persib Cuma Menang Tipis dari Bhayangkara Presisi, Ucapan Bojan Hodak Terbukti Benar
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal?
-
Sinopsis Husbands in Action: Misi Penyelamatan Mantan Istri yang Penuh Kekacauan
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion
-
Slank Jadi Kejutan Besar di Java Jazz Festival 2026, Tampil Lagi Setelah 17 Tahun
-
Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel
-
Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo
-
Cara Cerdas Kelola Keuangan Jangka Panjang di Tengah Fenomena Gap Literasi Finansial