Eiichiro Oda, salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia manga, menjadi terkenal dengan menciptakan petualangan Shonen paling ikonik di zaman modern, One Piece. Eiichiro Oda kreator One Piece ini membangun dunia fantasi yang sangat menarik?
One Piece telah meraih kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak serialisasi pertama kali dimulai pada tahun 1997.
Selama beberapa dekade, karya besar Oda telah lama melampaui halaman Weekly Shonen Jump, menjadi fenomena di seluruh dunia melalui anime, video game, novel ringan, dan bahkan adaptasi live-action Netflix terbaru.
Selain dikenal dengan karya serial Shounen terbaik yang pernah ada, Oda memiliki banyak hal unik. Memiliki banyak sisi dan menarik dengan bakat dan keunikan yang tidak biasa, Eiichiro Oda sama menariknya dengan dunia imajinatif yang ia ciptakan.
Berikut 10 fakta menarik Eiichiro Oda kreator One Piece yang tim Suara.com rangkum untuk kamu.
1. Oda Ingin Membuat Manga Sejak Usia 4 Tahun
Manga benar-benar merupakan hasrat seumur hidup Eiichiro Oda, karena ia pertama kali mengumumkan keputusannya untuk menjadi mangaka ketika ia baru berusia 4 tahun. Dalam benak masa remajanya, membuat manga adalah alternatif yang lebih baik daripada mendapatkan "pekerjaan nyata".
Karya terobosan Oda adalah one-shot berjudul Wanted! Oda berkreasi pada usia 17 tahun, yang membuatnya mendapatkan beberapa penghargaan dan mengamankan tempat bagi calon mangaka sebagai asisten di Weekly Shonen Jump, sebuah majalah yang pada akhirnya akan menampung One Piece.
Sebelum berkomitmen pada One Piece, Oda juga menerbitkan dua volume prototipe berjudul Romance Dawn pada tahun 1996, yang sudah menampilkan protagonis masa depan dari magnum opusnya, Monkey D. Luffy.
Baca Juga: One Piece: 5 Karakter yang Bisa Mengalahkan Saturnus
2. Oda Bersemangat Membantu Kampung Halamannya
Berasal dari Prefektur Kumamoto, ketika Kumamoto dilanda dua gempa bumi pada tahun 2016, Oda mengerahkan upaya terbaiknya untuk membangun kembali kota tersebut. Oda menyumbangkan ¥800 juta untuk Proyek Kebangkitan Kumamoto, dengan ¥500 juta diberikan atas nama Luffy, yang merupakan hadiah Topi Jerami pada saat itu.
Selain memberikan sumbangan yang besar, Oda juga menulis pesan-pesan dukungan, menciptakan karya seni untuk produksi lokal, dan mendorong orang lain untuk membantu daerah yang terkena dampak.
Untuk berterima kasih kepada mangaka atas upaya tanpa pamrihnya, gubernur Kumamoto menugaskan patung Bajak Laut Topi Jerami untuk dibangun di seluruh kota.
3. Oda Suka Memanjakan Penggemarnya di Bagian Tanya Jawab One Piece, SBS
Sejak One Piece Volume 4, Eiichiro Oda mempertahankan tradisi menjawab pertanyaan penggemar di kolom akhir volume yang dikenal sebagai SBS — Shitsumon o Boshu Suru, atau "Saya Mengambil Pertanyaan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda