SUARA DENPASAR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa harga mi atau mie akan naik sampai tiga kali lipat. Hal ini seiring dengan tingginya harga bahan baku membuat mie, yakni gandum yang melonjak tinggi.
Kabar harga mi atau mie akan naik itu disampaikan Syahrul Yasin Limpo dalam webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global, Senin, 8 Agustus 2022.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengatakan, dunia sedang tidak baik saja. Setelah 2,5 tahun dihajar Covid-19, perekonomian merangkak rendah, dan diikuti inflasi yang tinggi di sejumlah negara.
“Dunia lagi tidak biasa-biasa. Covid-19 2,5 tahun belum selesai, ada climate change. Kondisi tak bisa diperkirakan. Dan dunia tidak kontinyu lagi. Cuaca ini hanya ada seperti di zaman nabi,” papar SYL dalam webinar yang disiarkan melalui kanal Youtube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, dan dikutip SuaraDenpasar, Selasa, 9 Agustus 2022.
Bahkan, menurut Syahrul Yasin Limpo, menurut data World Bank, IMF bahkan dari negara-negara lain menyisyaratkan kurang lebih 12 juta orang kelaparan di dunia.
“62 negara yang menuju kondisi krisis pangan,” tuturnya.
Belum lagi, lanjut dia, dunia juga dihadapkan dengan perang Ukrania dan Rusia. Yang jadi masalah, perang kedua negara ini memengaruhi belahan dunia lain.
Pasalnya, Ukrania dan Rusia adalah negara penghasil gandum terbesar di dunia. Bila sebelumnya gandum yang tertimbun 12 juta ton, sekarang 180 juta ton. Gandum tak bisa keluar karena adanya perang kedua negara Eropa utara ini.
“Hati-hati yang makan mie, banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu,” kata Syahrul Yasin Limpo.
Baca Juga: MULAI HARI INI, Kapolresta Denpasar TEMBAK Pelaku JAMBRET Wisatawan, Bendesa Kuta: Buktikan!
“Maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini. Ada gandumnya tapi harganya akan mahal banget,” terangnya.
Syahrul mengaku saat ini Indonesia terus mengimpor bahan pangan, khususnya gandum.
“Kita impor terus, nih, gitu loh. Kalau saya sih gak setuju, apa pun kita makan aja singkong, sorgum, sagu. Ini lah tantangan ini tidak kecil,” papar dia.
Dilansir dari suara.com, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi menyebutkan bahwa harga gandum internasional melonjak akibat konflik Ukraina-Rusia.
Dia menyebutkan, Ukraina merupakan salah satu negara produsen gandum terbesar di dunia. Dengan adanya konflik geopolitik dengan Rusia menyebabkan harga gandum melonjak lantaran keterbatasan pasokan.
Suwandi mengatakan Indonesia sendiri bergantung pada impor gandum dari Ukraina sebanyak 3 juta ton, atau 36 persen kontribusinya dari kebutuhan total di dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?