SUARA DENPASAR - Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi kini menjadi sorotan publik. Hal itu setelah sang suami ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua.
Lantas, di mana posisi Putri saat eksekusi penembakan tersebut terjadi?
Pengacara Bharada E, M. Burhanuddin mengungkapkan di mana Putri saat kejadian penembakan itu. Saat kejadian, kata dia, waktu itu Ferdy Sambo berada di TKP memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J dalam posisi jongkok.
"Pada saat di TKP, mereka berempat sudah di dalam dan Ricky disuruh panggil Yosua. Begitu masuk di TKP, kemudian disuruh jongkok (Brigadir J). Informasi dari Bharada E yang suruh brigadir J jongkok adalah si bosnya, ya seorang atasannya di sana (Ferdy Sambo)," kata Burhanuddin, dikutip dari tayangan Indonesia Lawyers Club, Minggu (14/8/2022).
Dia mengatakan, mereka yang hadir di tempat kejadian saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kemudian, posisi Putri pada saat kejadian yaitu berada di dalam, tetapi bukan di tempat kejadian melainkan berada di dalam kamar.
Burhanuddin menambahkan, dari informasi yang didapat di dalam tempat kejadian itu, ada Ferdy Sambo, Ricky, Bharada E, dan almarhum Yosua.
Selanjutnya, ketika disinggung apakah Brigadir J dieksekusi saat jongkok. Pengacara Bharada E mengatakan, sebelum dieksekusi, rambut Brigadir J sempat dipegang, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak Brigadir J.
"Katanya (Bharada E), diapakan dulu rambutnya (Brigadir J) gitu, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak. Woy tembak, tembak, tembak gitu," beber Burhanuddin.
Baca Juga: Jampidum: Tujuan Rumah Restorative Justice untuk Hadirkan Harmoni di Masyarakat
Kemudian, saat ditanya siapa yang pegang rambut Brigadir J, Burhanudin mengatakan si bosnya (Ferdy Sambo), yang pegang rambutnya Brigadir J, dengan pengertian rambut Brigadir Yosua dijambak.
Namun, ia pun menegaskan untuk proses selanjutnya tidak diceritakan lagi oleh Bharada E.
Burhanuddin menambahkan, pelaku yang menembak sudah dituangkan di BAP, dan saat ini tengah dalam penyelidikan pada saksi satu lagi.
Ia juga berasumsi jika sudah dapat keterangan dari saksi satu lagi, bisa jadi nantinya dapat ketahuan yang menembak itu satu orang atau dua orang.
Disebutkan, sementara ini yang dipublish penembakan Brigadir J hanya satu orang, yakni Bharada E, dan hal itu menurut pengakuan kliennya yang menjadi penembak pertama.
"Dia (Bharada E) bilang ada, tapi dia belum tuntas juga," kata Burhanuddin, ketika ditanya apakah ada orang lain yang menembak Brigadir J, selain Bharada E.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
6 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 13 Juli 2026: Hari Penuh Hoki untuk Capricorn hingga Gemini
-
Siapa Tan Kian? Bos Pacific Place dan JW Marriott yang Kembali Jadi Sorotan
-
Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar
-
Misteri Kematian Jayden Adams, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi, Sang Istri Ungkap Fakta Ini
-
Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri
-
Julian Alvarez: Inggris Lawan yang Lebih Berat!
-
Jelajahi Jakarta Lewat Stamp Hunting MRT, Seru dan Ramah di Kantong
-
Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran