SUARA DENPASAR - Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengaku sulit untuk mengungkap apa yang terjadi di Magelang, sebelum Birgadir J tewas dibunuh. Kata dia, hanya Allah, Brigadir J, dan Putri Candrawathi yang tahu terkait kejadian di sana.
Demikian, untuk memperjelas dan memberikan gambaran kasus pembunuhan, ini pihaknya merasa perlu untuk mengirim tim khusus (timsus) bentukan Kapolri ke Magelang.
Apalagi, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Irjen Pol Ferdy Sambo, yang bersangkutan mengaku marah dan emosi setelah mendapat laporan sang istri. Kejadian yang menimpa Putri Candrawathi di Magelang melukai harkat dan martabat keluarganya.
Amarah yang memuncak itu menjadi pemicu penembakan terhadap Brigadir J, terjadi setelah kembalinya Putri Candrawathi dan para ajudan Sambo dari Magelang.
Kasus penembakan ini terjadi di Rumah Dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dalam perjalananya empat orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka RR, dan KM.
Tapi, saksi kunci kasus di Magelang yakni Putri Candrawathi tidak ikut disertakan ke sana. "Kami juga mendasari keterangan yang bersangkutan (Putri Candrawathi) juga dalam proses penyidikan," katanya.
Spekulasi terkait apa yang terjadi di Magelang pun ramai menjadi bahasan netizen. Apalagi, setelah dilakukan gelar perkara 12 Agustus lalu untuk kasus pelecehan yang dilakukan Brigadir J dengan pelapor istri mantan Kadiv Propam Mabes Polri telah dihentikan penyidik karena tak cukup bukti. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?