/
Senin, 15 Agustus 2022 | 15:53 WIB
Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathy

SUARA DENPASAR  - Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengaku sulit untuk mengungkap apa yang terjadi di Magelang, sebelum Birgadir J tewas dibunuh. Kata dia, hanya Allah, Brigadir J, dan Putri Candrawathi yang tahu terkait kejadian di sana.

Demikian, untuk memperjelas dan memberikan gambaran kasus pembunuhan, ini pihaknya merasa perlu untuk mengirim tim khusus (timsus) bentukan Kapolri ke Magelang.

Apalagi, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Irjen Pol Ferdy Sambo, yang bersangkutan mengaku marah dan emosi setelah mendapat laporan sang istri. Kejadian yang menimpa Putri Candrawathi di Magelang melukai harkat dan martabat keluarganya.

Amarah yang memuncak itu menjadi pemicu penembakan terhadap Brigadir J, terjadi setelah kembalinya Putri Candrawathi dan para ajudan Sambo dari Magelang.

Kasus penembakan ini terjadi di Rumah Dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dalam perjalananya empat orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka RR, dan KM.

Tapi, saksi kunci kasus di Magelang yakni Putri Candrawathi tidak ikut disertakan ke sana. "Kami juga mendasari keterangan yang bersangkutan (Putri Candrawathi) juga dalam proses penyidikan," katanya.

Spekulasi terkait apa yang terjadi di Magelang pun ramai menjadi bahasan netizen. Apalagi, setelah dilakukan gelar perkara 12 Agustus lalu untuk kasus pelecehan yang dilakukan Brigadir J dengan pelapor istri mantan Kadiv Propam Mabes Polri telah dihentikan penyidik karena tak cukup bukti. ***

Load More