SUARA DENPASAR - Seorang pria berinisial LH akhirnya harus meregang nyawa setelah didor polisi. Pria ini dikabarkan dalam kondisi mabuk dan sempat membuat onar di sekitar lokasi.
Oleh warga kasus ini pun dilaporkan ke aparat kepolisian. Sempat diamankan, tapi diduga LH dianiaya salah satu oknum petugas. Tak terima dianiaya, LH menyerang oknum tadi dengan pecahan keramik sebelum akhirnya tewas ditembak.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Manado Frank Tyson Kahiking menjelaskan oknum polisi itu berinisial WL.
Di mana kasus ini sendiri terjadi pada 23 Juli 2022 di Pandu, Bunaken, sekitar pukul 22.30 WITA. Saat diamankan, LH diduga mengalami penganiyaan. "Saat itu dibiarkan, tidak diborgol atau dibawa langsung ke kantor polisi," kata Frank. Inilah yang menjadi pemicu LH beringas dan menyerang polisi saat menemukan pecahan keramik.
Versi polisi yang diterima LBH Manado, korban ditembak karena diduga melakukan perlawanan dengan menggunakan pecahan keramik. Korban meninggal akibat luka tembak di bagian dada.
"Versi mereka (polisi) si korban ini, mengejar mereka. Jadi seakan si korban mengejar mereka mengggunakan keramik yang pecah. Nah itu kemudian sampai ada penembakan di bagian dada," jelas dia.
Disayangkan dalam kasus ini, LH tidak akan bisa melawan jika polisi sigap dan tidak melakukan penganiyaan terlebih dahulu. "Kami menilai ada pembiaran.
Ada unsur yang disengaja. Ada rencana mereka untuk membunuh dia, kami mengasumsikan begitu. Karena memang dia sedari awal sudah ada video yang menegaskan si RL ini, enggak pegang apa-apa, tapi dibiarkan, dianiaya aja, tanpa diamankankan," paparnya di dampingi keluarga RL.
Untuk itu, pihaknya mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sulawesi Utara karena menolak laporan dengan alasan yang tidak mendasar. "Mendesak kepada Kapolri untuk segera mencopot Kapolda Sulawesi Utara," kata Frank dalam keterangan tertulisnya dikutip dari Suara.com, Senin (15/8/2022) malam.
Baca Juga: Pria Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Cargo Denpasar, Pelaku Kabur
Mereka telah berkirim surat kepada Kapolda Sulawesi Utara pada Jumat (12/8) lalu untuk meminta penjelasan penolakan, namun hingga rilis ini mereka kirimkan belum ada jawaban.
Selain itu, mereka juga mendesak agar pihak kepolisian yang berupaya melindungi pelaku WL ditindak secara hukum. Pihaknya juga mendesak dibentuknya tim khusus dalam penanganan kasus ini. ***
Tag
Berita Terkait
-
Warga Sipil Tewas Diduga Ditembak Polisi, Kapolri Didesak Copot Jenderal Bintang Dua Ini
-
Belum Tuntas Kasus Brigadir J, Di Manado Satu Warga Sipil Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi
-
Mantan Polisi Bakar Pacar Sampai Tewas di Muara Enim Dituntut Hukuman Seumur Hidup
-
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Santri Tewas Ditangan Temannya Sendiri
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Review The Gangster, The Cop, The Devil: Adu Brutal Polisi Nekat dan Bos Mafia Melawan Sang Iblis
-
Bertajuk 'The Sin: Bliss,' ENHYPEN Umumkan Comeback pada Bulan Agustus
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Hajime Moriyasu Bikin Publik Jepang Terbelah Gegara Minta Foto Bareng Harry Kane
-
Respon Berkelas Pelatih Timnas Korea Selatan Kalah Menyakitkan dari Meksiko
-
Cristiano Ronaldo Dihina Seantero Jagat Kiper Austria Pasang Badan: Saya Tim CR7
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi