/
Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:24 WIB
Ilustrasi Irjen Ferdy Sambo (Suara.com)

SUARA DENPASAR - Meski Mabes Polri sudah menghentikan laporan Putri Candrawathi terkait tindakan pelecehan seksual dengan terlapor Brigadir J. Ternyata, tangan kanan Irjen Ferdy Sambo.

Yakni sanh asisten rumah tangga (ART) Kuat Ma'ruf memberikan keterangan soal dugaan adanya adegan Putri Candrawathi bersama Brigadir J di sofa dan di kamar pribadi sang jenderal.

Tapi tak dirinci adegan apa yang dimaksud. Hanya saja, beredar informasi di lapangan. Adegan ini yang kabarnya membuat Kuat Ma'ruf sempat cekcok dengan Brigadir J saat berada di Magelang, Jawa Tengah.

Sebelum akhirnya Brigadir J di eksekusi oleh kawanan tersangka yang dipimpin Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada (8/8/2022). 

Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf memberikan keterangan soal dugaan adanya adegan Putri Candrawathi bersama Brigadir J di sofa dan di kamar pribadi sang jenderal.

Diduga dari keterangan Kuat Ma'ruf, Ferdy Sambo marah besar hingga terjadi pertengkaran dan diakhiri dengan mengeksekusi Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada (8/8/2022).

Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun menilai keterangan Kuat Ma'ruf sangat prematur. Apalagi kedekatan Putri Candrawathi dengan Brigadir J tidak jelas.

"Katakanlah dia melihat bahwa J berdekatan dengan PC di sofa dan kemudian di kamar. Ini gak jelas. Pengertian berdekatan itu kan not having sex (tidak berhubungan seksual) tentunya kan," kata Refly Harun.

Bila ada hubungan seksual, dengan posisi Kuat Ma'ruf yang hanya ART tidak mungkin berani menegur Putri Candrawathi dan Brigadir J.

Baca Juga: Crazy Rich Surabaya Tom Liwafa Jawab Isu Masuk Jaringan 303 Ferdy Sambo

"Karena kalau katakanlah intim seperti itu, gak mungkin Ma'ruf menegur langsung. Dan rasanya tidak mungkin Ma'ruf bisa langsung intervensi seperti itu," dalilnya.

"Kita tidak tahu berdekatan duduknya, dia kan tidak bilang pelukan, ciuman, tapi dia bilang berdekatan," tanyanya lagi. Dia menilai keterangan Kuat Ma'ruf, RH sangat meragukannya dan meminta polisi mempertanyakan soal kesaksian ART di rumah Sambo.

"Apakah iya Ferdy Sambo tiba-tiba tergerak merencanakan pembunuhan (setelah mendengar keterangan Kuat Ma'ruf )?" tanya lagi.

Jika benar dipicu laporan Kuat Ma'ruf, tentu tindakan Ferdy Sambo terbilang kejam. Keanehan lainnya, Ferdy Sambo yang seorang Jenderal mengajak ajudan untuk ikut mengeksekusi Brigadir J.

"Dia kan jenderal, dia tinggal panggil (anak buah) saja. Dia panggil Bharada E, dia panggil ini, semuanya. Kenapa dia harus berkonspirasi seperti akan menghadapi orang yang kuat, atasan, orang yang hebat sehingga harus berkomplot?" jelasnya seperti dikutip dari YouTube Refly Harun, Senin, 15 Agustus 2022. ***

Load More