Suara Denpasar - Kisah asmara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dimulai dari bangku SMP, dan dilanjutkan ke jenjang sekolah menengah SMA.
Perjalanan cinta mereka pun tanpa rintangan hingga ke jenjang pernikahan.
Karir keduaya juga mulus, si suami bahkan sampai ke bintang dua, sebuah level dan pencapaian seorang anggota polisi yang bukan main-main.
Namun kini kehidupan keduanya tak semulus lagi seperti rajutan kisah asmara mereka bertahun silam.
Tindakan kriminal keduanya kini telah membawa mereka dalam ancaman hukuman mati atau seumur hidup.
Keduanya sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus terbunuhnya Brigadir J dengan cara yang sadis.
Lalu bagaimana kisah asmara keduanya?
Dari pengakuan sejumlah karibnya, Putri dan Ferdy sudah menjalin kasih sejak duduk dibangku SMP.
Mereka tercatat satu sekolah di SMPN 6 Makassar pada tahun 1985.
Baca Juga: Perwira Tinggi Bintang 1 dan Bintang 2 Ini Perintahkan Rusak CCTV Rekaman Ferdy Sambo dan Brigadir J
Salah seorang temannya memberikan kesaksian soal kisah asmara mereka.
Pengurus Ikatan Alumni SMPN 6 Makassar Ramlah Abdullah mengaku mengetahui sosok Ferdy dan Putri. Namun, ia tak mengingat jelas bagaimana karakter keduanya.
Setahunya, Putri berasal dari Bali. Ayahnya adalah seorang anggota TNI berpangkat Jenderal, sama seperti Ferdy Sambo.
Saat itu, ayah Putri sedang bertugas di Kota Makassar. Sementara, SMPN 6 adalah tempat bersekolah para anak jenderal pada masa itu.
"Iya, mereka sudah dekat sejak di SMPN 6 itu. Kan hampir semua siswa di sana (SMPN) anak jenderal dulu," ujar Ramlah dilansir dari suarasulsel.id.
Soal keaktifan keduanya, Ramlah mengatakan Ferdy atau Putri tidak terlalu aktif jika ada kegiatan alumni.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!