/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 23:04 WIB
Remaja korban kecelakaan lalu lintas usai aksi standing di Payangan, Gianyar, Jumat (26/8/2022). (beritabali.com/IST)

SUARA DENPASAR – Gegara melakukan aksi standing saat mengendarai sepeda motor, dua siswa berusia 15 tahun asal Banjar Tempekan Buhu, Desa Kerta, Payangan, Gianyar mengalami tabrakan. Nahas, 1 di antaranya tewas dan 1 lagi mengalami luka.

Aksi standing memang kerap dilakukan anak remaja dan anak muda di Bali. Mereka kerap gaya-gayaan di jalan raya mengangkat ban belakang dengan hanya bertumpu pada ban belakang.

Seperti dilakukan dua remaja tanggung berinisial PS dan KAS. Keduanya sama-sama masih berusia 15 tahun. 

Singkat cerita, PS menjadi pengemudi sepeda motor Honda Beat warna hitam DK 5877 KAZ. Mereka melintas di Jalan Pengiyahan, Payangan, Gianyar, Jumat siang (26/8/2022).

Diduga mereka dalam perjalaan pulang ke rumahnya di Banjar Tempekan Buhu, Desa Kerta. Kemudaian, PS melakukan aksi standing. Namun, baru berjalan sekitar 20 meter, sepeda motor itu kehilangan kendali lalu menabrak di bahu jalan.

Dua remaja itu pun ambruk dan mengalami luka-luka. Dua korban laka lantas ini pun dilarikan ke RS Payangan. Namun, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Hal ini dibenarkan Kapolsek Payangan, AKP Agus Ady Wijaya. Dia membenarkan satu remaja yang melakukan standing tewas dalam perawatan di RS. 

“Semalam sekitar jam 9 (Jumat (26/8/2022) Pukul 21.00 Wita) MD (meninggal dunia),” kata dia.

AKP Agus Ady Wijaya pun menjelaskan, yang meninggal dunia adalah remaja yang mengemudikan sepeda motor. 

Baca Juga: Enam Orang Diperiksa Terkait Pembunuhan Gung Mirah Pegawai Bank asal Buduk Mengwi

“Yang meninggal atas nama PS,” jelasnya dilansir dari Beritabali.com, jaringan Suara.com. (*)

Load More