Suara Denpasar - Komnas HAM turun tangan terkait dengan penyidikan kematian Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo dkk.
Butuh waktu berminggu-minggu bagi Komnas HAM untuk melakukan pemantauan serta penylidikan atas kasus ini.
Komnas HAM sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan kepada sejumalh pihak, termasuk mendatangi TKP pembunuhan Brigadir J.
Ada lima tersangka yang terjerat dalam kasus pembunuhan ini, yakni Ferdy Sambo dan istri, serta dua ajudan dan satu pegawai di rumah Sambo yakni Kuwat Makruf.
Dari hasil pemantauan serta sejumlah penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM, diperoleh sejumlah kseimpulan yang dijadikan rekomendasi untuk para pihak.
Komnas HAM memberikan rekomendasi kepada Polri antara lain, extrajudicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum, obstruction of justice atau penghambatan proses hukum, dan tidak adanya pidana penyiksaan.
Karena dianggap sudah tuntas, maka Komnas HAM menyatakan sudah mengakhiri pemantauan serta penyidikan atas kasus ini.
"Tugas Komnas HAM dalam Pemantauan dan penyelidikan kasus Brigadir J kami akhiri," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Kamis (1/9/2022) dari laman PMJnews.
Namun Komnas HAM masih akan terus melakukan pengawasan dalam proses hukum kasus itu.
Baca Juga: Presiden Jokowi Disambut Demo di Papua, 'Anak Kami Tidak Bisa Sekolah Pak'
Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto mengungkapkan bahwa pihaknya bakal menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM tersebut.
Kini kasus ini hanya tinggal menunggu untuk dilakukan pelimpahan ke peradilan. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kemerdekaan yang Sesungguhnya: 254 Napi di Jateng Pulang, Ribuan Lain Dapat Harapan Baru
-
Tiga Dara | 81 Tahun Indonesia, Seperti Apa Arti Merdeka Hari Ini?
-
Polda Aceh Selidiki Kericuhan Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
4 Rice Cooker 1,8 Liter Murah dengan Fitur Lengkap, Mulai Rp100 Ribuan
-
d'Alba White Truffle First Spray Serum untuk Kulit Apa? Ini Review Jujur Pengguna
-
Seribu Teman Kurang, Satu Musuh Kebanyakan: Buku Seni Menemukan Kawan dan Menumbuhkan Diri
-
Korut Trending Topic Gegara Foto Prabowo Berkibar di Langit, Apa Hubungannya?
-
Sosok Caliya Azaria Ivana, Siswi SMAN 1 Palembang yang Jadi Pembawa Baki HUT RI ke-81
-
Pesepak Bola Lee Kang In Gabung The Black Label, Siap Jajal Karier Hiburan