SUARA DENPASAR – Nama Kompol Chuck Putranto tiba-tiba ramai di Idonesia. Ini tak lain karena dia baru saja diputus pecat atau pemberhentian tidak dengan hormat dalam sidang kode etik Polri, Jumat (2/9/2022). Ternyata dia adalah anak dari Brigjen Tri Utoyo. Brigjen Tri Utoyo pernah bertugas di BNN, yang saat itu dikepalai Gories Mere
Berangkat dari Akpol, Kompol Chuck Putranto mestinya punya masa depan cerah, paling tidak menyamai bahkan bisa menyalip sang ayah, Tri Utoyo, yang merupakan purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir brigadir jenderal (brigjen).
Namun, karena ulahnya mengikuti perintah Irjen Pol Ferdy Sambo turut merintangi proses penyidikan atau obstruction of justice, Kompol Chuck Putranto terancam tamat dari kepolisian. Itu bila permohonan banding atas putusan pecat itu ditolak.
Jabatan yang pernah dipegang Kompol Chuck Putranto adalah Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri. Jadi bawahan Ferdy Sambo di Divisi Propam Polri. Setelah itu dia dicopot dari jabatannya, digeser ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri, kemudian ditahan di tempat khusus (Patsus).
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Kompol Chuck Putranto mendapat dua sanksi, yakni sanksi etika dan sanksi administrasi.
"Sanksi administrasi penempatan di tempat khusus selama 24 hari dari 5 sampai 29 Agustus 2022. Kedua, pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota Polri," jelas Dedi Prasetyo di Jakarta, Jumat (2/9/2022).
Irjen Pol Dedi menegaskan, sanksi pemecatan ini bentuk komitmen untuk mengusut tuntas pelanggaran baik pidana maupun kode etik, sebagaimana yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Pimpinan Polri dalam hal ini Pak Kapolri sejak awal telah berkomitmen untuk menindak tegas anggota yang terlibat Obstruction of Justice baik secara etik maupun pidana," kata Dedi.
Kompol Chuck Putranto sendiri mengajukan banding atas putusan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Menurut Dedi, itu hak dari terduga pelanggar.
Dilihat dari karier kepolisian yang sudah 16 tahun dari sejak lulus Akpol 2006, Kompol Chuck kemungkinan sebentar lagi berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP). Namun, ia salah melangkah dengan gelap mata mengikuti perintah antasannya merusak CCTV dalam pembunuhan Brigadr Joshua.
Meski tidak membantu dalam pembunuhan Brigadir Joshua, perbuatannya tergolong membantu menghalangi penyidikan pengungkapan kasus kemarian Brigadir Joshua. Apalagi, perbuatannya yang mengambil dan merusak CCTV membuat skenario bahwa yang terjadi dari kematian Brigadir Joshua pada 8 Juli 2022 lalu sebagai tembak-menembak sesuai karangan Ferdy Sambo hampir berhasil.
Skenario tembak-menambak itu akhirnya terkuak sebagai kebohongan belaka. Bahkan, CCTV itu akhirnya ditemukan.
Dari rekaman CCTV akhirnya terungkap pula, bahwa sebetulnya Ferdy Sambo ada di lokasi saat terjadi penembakan terhadap Brigadir Joshua. CCTV ini menjadi bukti, sekaligus membantah pengakuan awal Ferdy Sambo yang beralibi tidak ada di lokasi kejadian saat terjadi penembakan.
Nasi sudah menjadi bubur, Kompol Chuck tinggal menunggu proses banding sidang kode etik. Selain itu, dia juga menunggu diadili dalam perkara pidana menghalangi penyidikan yang ancaman hukumannya 10 tahun penjara.
Terlepas dari kasus Kompol Chuck, ada baiknya menengok sosok sang ayah yang bernama Tri Utoyo. Lengkap dengan pangkat dan gelar akademisi, disebut Brigjen Pol Drs. Tri Utoyo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Barang Diskon Belum Tentu Murah: Mengapa Kita Mudah Terkecoh Label Promo?
-
Beda Lipstik Hanasui Biasa dan Boba: Cek Perbandingan Shade, Aroma, dan Harganya
-
TWS Under Rp500 Ribu yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik David GadgetIn
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Kurir Narkoba Kedok Nelayan Edarkan Sabu dari Malaysia, Ditangkap di Karimun
-
Budget 2 Jutaan Dapat Tablet Apa? Ini Daftar Terbaik di 2026
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1
-
Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru
-
Harga Pertamax Naik, Pengamat: Momen Evaluasi Gaya Hidup
-
Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital