/
Senin, 05 September 2022 | 10:06 WIB
Ilustrasi hotel akan naik pasca kenaikan BBM. (Unsplash.com/ Dan Gold)

Suara Denpasar - Pengamat pariwisata Taufan Rahmadi mengatakan kenaikan harga BBM bakal mempengaruhi industri pariwisata. Sebab, dengan naiknya harga BBM maka biaya sewa hotel akan ikut naik. Hal tersebut diprediksi bakal menurunkan jumlah wisatawan.

Dia mengatakan selain kenaikan sewa hotel, biaya transportasi, bahan pokok dan jasa layanan wisata lainnya juga bakal ikut naik. 

Kenaikan BBM, kata dia, diprediksi bakal membuat calon wisatawan nusantara menunda dan mengurangi rencana liburannya.  

"Kunjungan wisatawan akan berkurang, karena sewa hotel ikut naik dampak kenaikan BBM," kata dia, Minggu 4 September 2022.

Berkaca pada kasus kenaikan harga BBM sebelumnya, para supplier yang akan menaikkan harga, karena biaya transportasi yang meningkat. 

"Semua pelaku wisata pasti akan melakukan penyesuaian tarif," katanya.

Menurutnya kenaikan ini bersifat sesaat. Hal tersebut karena industri pariwisata maupun ekonomi kreatif biasanya cepat beradaptasi dengan perubahan-perubahan. Mereka juga akan cepat memikirkan solusi mengatasi dampak kenaikan BBM ini.

"Semoga para pelaku wisata bisa beradaptasi dengan kenaikan harga BBM ini. Seperti melakukan efisiensi dari biaya operasional," katanya.

Untuk itu, dia menyarankan pelaku wisata bisa menerapkan efisiensi pada biaya operasional. Caranya dengan menerapkan program green energy yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Kak Seto, Kata Joshua: Ini Ada Tahanan Melahirkan di Penjara, Sejam Kemudian Sang Bayi Harus Pisah dari Ibunya

"Untuk mengurangi biaya operasional," kata dia.

 Sebagaimana diketahui, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan BBM per Sabtu September 2022. BBM jenis pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar bersubsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter; dan pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. (Antara)

Load More