Suara Denpasar- Tiga nama Kapolda terseret-seret dalam kasus Ferdy Sambo, spekulasi itu muncul pasca kasus pembunuhan Brigadir J mencuat ke publik.
Dr Edi Hasibuan yang merupakan akademisi di Universitas Bhayangkara Jakarta memiliki pandangan tersendiri soal tudingan terhadap tiga kapolda tersebut.
Kata dia nama tiga kapolda yang dianggap terlibat untuk mengintervensi penyidikan kasus Ferdy Sambo itu hanyalah spekulasi liar.
Kata dia justru spekulasi tersebut sangat bahaya karena bisa melebar kemana-mana.
Dr Edi Hasibuan yang merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) memiliki pandangan soal ini.
Kata dia dari logika kepangkatan intervensi sangat sulit dilakukan lantaran posisi Ketua Tim Khusus Polri dan Kabareskrim yang menangani kasus ini posisi lebh tinggi.
Sedangkan tiga kapolda secara hirarki adalah 'bawahan' dari ketua timsus dan Kabareskrim.
Seperti diketahui untuk ketua Timsus ini diemban oleh Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto dan Kabareskrim diemban oleh Komjen Agus Andrianto.
"Jadi sangat tidak mungkin mereka intervensi Tim Khusus Polri," katanya saat menyampaikan keterangan tertulis dilansir dari laman ANTARA pada Minggu (11/9).
Karena itu kata dia semua pihak untuk berhenti menyampaikan spekulasi liar yang mengaitkan tiga Kapolda dengan kasus mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Sebaiknya menurut dia biarkan Polri fokus melakukan penyidikan atas kasus pembunuhan berencana ini yang kini kasusnya bakal dilimpahkan ke persidangan.
Berkas-berkas pemeriksaan lima tersangka pembunuhan kini juga dalam proses untuk dilengkapi.
Lima tersangka pembunuhan ini sebelumnya sudah menjalani proses pemeriksaan uji kebohongan atau Lie Detector.
Para tersangka yang diperiksa ini adalah tersangka utama yakni Irjen Ferdy Sambo, kemudian ada ajudannya yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, lalu Bripka Ricky Rizal, Kuwat Ma'ruf.
Nama terakhir adalah istri Ferdy Sambo yakni Putri Chandrawathi yang juga turut dilakukan pemeriksaan Lie Detector bersama asisten rumah tangganya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati