/
Jum'at, 16 September 2022 | 13:00 WIB
Ilustrasi Hacker - Marak Aksi Hacker, Polri Akui Tingkat Polda Kesulitan Tangani Kejahatan Siber (Pexels)

Suara Denpasar - Aksi peretasan marak terjadi di Indonesia. Rupanya hal tersebut membuat Polda kesulitan menangani. Hal iti diungkapkan oleh Penyidik Madya Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes. Pol. Alfis Suhaili.

Dia mengatakan saat ini Polri sedang melakukan pengembangan struktur untuk menghadapi dan memberantas kejahatan siber. Salah satunya membentuk Direktorat Tindak Pidana Siber di setiap polda seluruh Indonesia.

"Polri sedang mengembangkan struktur untuk mengimbangi (kejahatan siber), mengusulkan ada direktorat tindak pidana siber, reserse siber di polda," katanya di YouTube MUI TV dilansir dari Tribratanews, Kamis (15/9/2022).

Dia mengatakan usulan itu penting karena Siber di Polda memiliki struktur yang kecil. Imbasnya, Polda kerap kesulitan dalam menghadapi kejahatan siber yang merambat di setiap wilayah Indonesia.

Dia mengatakan saat ini subdirektorat siber yang masih kecil tersebut masih di bawah tindak pidana khusus. Sementara kejahatan siber sudah tidak bisa dibedakan lagi, mana yang besar dan mana yang kecil. Sebab, semua kejahatan siber sama tingkatannya. 

"Bahwa Polda Indonesia (di bagian) timur itu dia akan menghadapi kasus kecil, tidak bisa. Akan menghadapi tindak pidana siber dengan kualitas yang sama. Jadi tidak bisa lagi dibedakan," kata dia.

Dia mengungkapkan struktur di setiap polda akan disesuaikan oleh kondisi geografis hingga sumber daya.

Dia menyebut di wilayah manapun tentu mengalami ancaman kejahatan siber yang sama bentuknya.

"Kalau dulu membedakan sebuah struktur itu berdasarkan tipe Polda secara keseluruhan, indeks beban kerjanya, kondisi geografis, kondisi sumber daya semua dihitung. Tetapi beda dengan tindak pidana siber ini," jelasnya.

Baca Juga: Can I Laught?, Hacker Bjorka Nyamar Jadi Penjual Es di Madiun

Hacker Bjorka

Indonesia dihebohkan dengan aksi akun anonim Bjorka. Dia membobol sejumlah data pribadi pejabat di Indonesia. 

Pemerintah saat ini memebentuk tim khusus untuk membongkar siapa di balik Bjorka tersebut.

Load More