Suara Denpasar – Salah satu lembaga survey bernama Panel Survei Indonesia (PSI) menyebut publik puas dengan kinerja Polri tangani kasus Brigadir Joshua. Akan tetapi, netizen justru sinis, dan menyatakan haasil survei itu hoax.
Survei terbaru ini disampaikan PSI atas kinerja Polri dalam penanganan kasus kematian Brigadir Joshua atau Nofriyansyah Yosua Hutabarat. Koordinator PSI Yuswiryanto menyatakan, sebanyak 76,7 persen responden menyatakan puas atas kinerja Polri dalam penanganan kasus Brigadir Joshua.
"Opini masyarakat yang ditangkap dari hasil survei didapati sebanyak 76,7 persen responden puas dengan kinerja Polri dalam membongkar kasus terbunuh Brigadir J. Sebanyak 17,1 persen tidak puas dan 6,2 persen tidak menjawab," ungkap Yuswiryanto melalui rilisnya, Kamis (15/9/2022).
Yuswiryanto melanjutkan, jumlah responden dalam survei ini sebanyak 1.580 orang yang merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas yang ada di 302 Kabupaten/ Kota di 34 Provinsi. Katanya, metode pemilihan responden menggunakan multistage random sampling.
“Hasil survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error 2,48 persen,” katanya.
Dalam mendapatkan data survey, tim survey dari PSI menggunakan dua metode. Yakni metode wawancara tatap muka dan melalui saluran telepon seluler. Rinciannya, wawancara tatap muka dengan kuisioner sebanyak 1.150 orang, dan telepon seluler sebanyak 430 orang.
Di sisi lain, Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Fuadil 'Ulum menyatakan, survei dari Panel Survei Indonesia (PSI) tentang Polri terhadap penanganan kasus pembunuhan Brigadir J sudah tepat.
“Sudah benar dan tepat dari survei PSI yang menyebut Polri sudah bekerja dengan transparan dan terbuka dalam menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, perkara pembunuhan Brigadir Joshua sudah menetapkan lima orang tersangka. Yakni mantan Kadiv Propam Polri irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Bripka Ricky Rizal (Bripka RR), Kuat Ma’ruf, dan Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo).
Penyidik juga menetapkan tujuh tersangka terkait obstruction of justice atau menghalangi penyidikan. Rinciannya, Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rachman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, dan Kompol Chuck Putranto, serta AKP Irfan Widyanto.
Selain menetapkan tersangka kasus pembunuhan Brigadir Joshua dan obstruction of justice, juga ada puluhan anggota Polri yang sudah dan akan diajukan ke sidang kode etik Polri sebagai buntut dari kasus pembunuhan ajudan Ferdy Sambo itu.
Meski hasil survey menyebutkan kepuasan publik terhadap kinerja Polri, namun hal tersebut menimbulkan sikap sinis dari netizen. Seperti banyaknya komentar di media sosial yang tidak percaya dengan hasil survei yang menyebut puas dengan kinerja polisi tersebut. Salah satunya komentar-komentar di fanspage Facebook Antaranews.com.
“Udah semakin tidak percaya saya dengan lembaga2 survei sekarang ini. Ntah apa yang disurvei ya lalu disimpulkan. Lembaga survei itu bersifat netral,,jika sekarang sudah mulai memihak satu sama lainnya. Ditambah lg 2024 mungkin malah tidak percaya aku dengan hasil survei sekarang,” tulis Aris Tuah Yudhi.
Arjuna Panduraja Purba juga menulis, “Puas apanya? Skrg aja dibuat pengalihan issu bjorka,, untuk menutupi kasus sisampo.”
“Publik mana yg puas, urusan yg jelas bisa jadi kabur,” kata Rusydi Yusuf menohok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
-
Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho