Suara Denpasar- Ferdy Sambo dinilai memiliki kekuasaan yang besar bukan hanya di internal divisi Propam, namun juga di luar divisi yang dipimpinnya.
Hal terbukti dengan adanya beberapa perwira menengah di sejumlah institusi di luar Divisi Propam yang turut dilibatkan dalam menutupi kasus ini.
Sebelumnya tercatat ada 80 lebih anggota Polri yang terseret dalam kasus menutupi pengungkapan pembunuhan Brigadir J.
Dari jumlah itu enam perwira sampai harus menanggung status tersangka dan terancam pidana.
Posisi mereka juga bukan hanya di tingkat perwira pertama, namun ada banyak nama perwira menengah bahkan tinggi yang turut digerakkannya agar menghalangi penyidikan kasus ini.
Besarnya pengaruh Ferdy Sambo ini seperti dikatakan oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik.
Karena merasa memiliki kekuatan yang besar, kata dia si Ferdy Sambo sampai berani menghabisi ajudannya sendiri yang merupakan anggota polisi.
Hal inilah yang diamksudkan jika Ferdy Sambo memiliki kuasa penuh di lingkungan internal Polri
"Jadi maksudnya orang ini (Sambo) mempunyai kekuasaan yang sangat besar. Dia Kadiv Propam, tapi dia juga bisa menggerakkan di luar lingkungan bawah Propam. Bisa menggerakkan di Metro Jaya, Reskrim," kata Taufan, Jumat (16/9/2022) dari laman PMJ.
Baca Juga: Survei Sebut Publik Puas Kinerja Polri Tangani Kasus Brigadir Joshua, Netizen: Hoax!
Karena itu kekuasaan Ferdy Sambo sudah melebihi apa yang disebut dengan abuse of power.
Bahkan sudah merasa kebal hukum dengan aksi yang dilakukannya seperti perusakan CCTV setelah pembunuhan dilakukan.
"Ya berarti sudah melebihi abuse of power seseorang dengan kekuasaan tertentu di luar kekuasaannya," katanya lagi. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Pagi Mencekam: Kebakaran Melanda Gedung Pelayanan Jantung RSUD dr Soetomo
-
55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse
-
Masalah Keluarga, Adik Hujamkan Pisau Garpu ke Kakak Kandung dan Istri di Tanggamus
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan
-
Novel Hafalan Shalat Delisa, Ketika Kehilangan Menjadi Ujian Keikhlasan
-
Warga Semarang Siapkan Payung, BMKG Prakirakan Hujan Merata di Pulau Jawa Hari Ini