Suara Denpasar - Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di Hongkong banyak terbelit persoalan. Salah satunya adalah soal kredit atau pinjaman di bank maupun rentenir.
Celakannya, dalam mengajukan pinjaman mereka tak menghitung besaran gaji yang di dapat dan kemampuan membayar.
Seperti kisah salah satu TKW Hongkong yang meminjam uang sampai 66 ribu dollar. Padahal, kisaran gaji TKW Hongkong masih berada di angka 4.630 dolar Hongkong atau setara dengan Rp 8,528 juta.
"Utang 66 ribu (dollar Hongkong), 44 ribu di udah dibayar sebagian. Di teman 22 ribu. Paspor tidak digadaiakan," kisah salah satu TKW dalam channel YouTube Yuni TKW Hongkong@Curhatan BMI.
Kisah TKW tersebut, hutangnya menumpuk sejatinya karena uang pembayaran dititipkan ke temannya. Tapi, ternyata tidak dibayarkan.
Demikian, Yuni-staf agensi yang mengelola channel tersebut mengingatkan TKW itu agar mengukur kemampuan membayar sebelum berhutang.
"Kamu boleh utang bank, tapi jangan mengganggu majikan. Kamu harus tau gajimu berapa dan apa cukup," ingat Yuni. ***
Sebagai Agensi, Yuni tentu mewarning TKW tersebut. Selain utang yang menggunung, surat tagihan ternyata menggunakan alamat majikan.
Jadi, ini akan membuat citra TKW tersebut buruk di mata majikan. Dan, pihak bank tentu tidak mau tahu siapa yang berutang.
Baca Juga: Pria Ini Sela Antrean BBM, Pegawai SPBU Murka
Penagihan akan terus dilakukan ke alamat yang dimaksud. Apalagi, dalam surat tertanggal 13 September 2022 itu juga dijelaskan pihak bank akan mengirimkan debt colector ke rumah sesuai alamat pada 21 September 2022.
"Satu bulan gajimu berapa? Apa nutut sayang? Orang Hongkong itu paling takut utang bank," ingat dia lagi.
Yuni juga terlihat emosional manakala TKW yang memiliki utang berjibun itu mengaku akan pindah majikan jika terus ditagih pihak bank. Yuni pun lantas mengatakan, tidak mudah seperti yang dibayangkan.
Sebab, jika majikan mengirimkan surat ke Imigrasi malah akan merepotkan TKW itu sendiri. Bahkan, tidak bisa balik lagi bekerja di Hongkong.
Dia menyarankan, agar TKW tersebut kembali meminta uang hasil utang bank yang dikirim ke keluarga di Indonesia tersebut.
Jadi, beban utangnya akan lebih ringan dan juga tidak memberatkan TKW itu sendiri. Pada kesempatan itu, Yuni juga berbicara dengan majikan TKW tersebut untuk menjelaskan persoalan ini. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF
-
WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo
-
Purbaya soal Rumor Jadi Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo: Saya Mah Isu Abadi