Suara Denpasar - Totalitas dalam bekerja tentu akan membawa kebaikan bagi pekerja itu sendiri di mata majikannya.
Begitu juga dengan kisah Aristyaa Diian, tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Taiwan yang pernah "digilir" tiga orang majikan karena ulet bekerja.
"Saya disogok baju sama beras tadi, suruh kerja di tempatnya beliau setiap hari Sabtu sama Minggu, jadi suruh bersihin kamar sama kamar mandi," kata Dian seperti dikutip suara.denpasar di channel YouTube Berita Hari Ini, Minggu 18 September 2022.
Yang menyogoknya adalah pacar anak majikannya. "Itu datang bawa beras sama pakaian, mungkin maksudnya mau nyogok saya, kayak gituya," imbuh dia.
Namun, diakhir cerita, pacar anak majikannya itu minta saya juga kerja di tempatnya. Dian diminta bekerja di rumahnya, dengan bayaran dua jam sebesar 150 ribu.
"Pokoknya suruh bersihin rumahnya selama dua jam, kemudian saya dibayar 300 NT. 300 NT tu 150 ribu," jelasnya.
Dian meminta waktu untuk menjawab atau mengiyakan permintaan itu. Sebab, dia harus berbicara dengan majikannya terlebih dahulu.
"Waktu pak bos pulang itu saya langsung ngomong ke pak bos kalau saya nggak mau kerja di tempat pacarmu, saya bilang seperti itu," sebut dia.
Sang bos tentu bertanya mengapa Dian menolak. Dia menegaskan bahwa dirinya ingin totalitas bekerja di rumah majikan satu saja.
Baca Juga: TKW Hongkong Nekat Utang 66 Ribu Dolar: Aku Kudu Piye, Debt Collector Menanti
"Kalau nanti pas saya tinggal kerja di sana, si mbahnya sendirian di rumah, nanti kalau ada apa-apa siapa yang mau disalahkan," jawab Dian. Atas penolakan itu, pacar anak majikannya pun tak pernah menyapa Dian lagi.
Apalagi, Dian punya kenangan berkerja berat digilir tiga majikan. Wanita asal Kediri, Jawa Timur, itu pernah bekerja di majikan seorang nenek berusia 99 tahun.
"Jadi nenek ini ngga punya rumah, jadi tinggalnya itu digilir tiga rumah anaknya, makanya setiap bulan itu saya pindah-pindah majikan, pindah rumah," kisah dia. Rumah anak majikannya itu terbilang gede-gede dan lantai empat semua.
adi, setiap bulan dia berpindah-pindah rumah dan membersihkan rumah empat lantai. Ini tentu sangat menguras tenaga Dian.
Selain tugas utama menjaga majikannya yang sudah lansia. Padahal, majikannya itu sangat baik dan memenuhi semua permintaannya.
"Jadi ya bisa dibayangkan saya tu jaga nenek terus bersihkan tiga rumah dengan empat lantai," terang dia alasan berhenti setelah mengabdi selama tiga tahun. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
8 Cara Bikin Rumah di Palembang Tetap Sejuk Meski Cuaca Lagi Panas-Panasnya
-
Kakak Rizky Nazar Hadiri Momen Bahagia Syifa Hadju, Ungkit Pernikahan Impian
-
Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB
-
Jerit Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Anak Diikat, Stunting, hingga Dugaan Kekerasan Seksual
-
Nasib Orangutan yang Tersesat di Kebun Warga Ketapang, Dievakuasi ke Gunung Palung
-
Pastikan Hunian Layak, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau Perumahan di Sorong
-
Bertabur Berlian Langka, Ini Fakta di Balik Kalung Spesial yang Dipakai Syifa Hadju saat Menikah
-
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya