Suara Denpasar - Seorang anak balita berusia 2 tahun melakukan balas dendam terhadap ular yang mengigit bibirnya. Ular itu digigit balita perempuan itu hingga mati.
Peristiwa itu sudah berlangsung 10 Agustus 2022 lalu. Berawal ketika tetangga mendengar si balita berteriak di belakang rumah. Ketika ditengok, si tetangga melihat bibir anak 2 tahun itu mengalami luka.
Yang menarik, ketika ditemukan si anak balita 2 tahun tersebut sedang menggigit seekor ular berukuran 50 sentimeter.
"Tetangga kami memberi tahu saya bahwa ular itu ada di tangan anak saya, dia bermain dengannya dan kemudian menggigitnya," kata Mehmet Ercan, ayah balita itu dilansir dari Newsweek.com, dikutip SuaraDenpasar, Minggu (18/9/2022).
Peristiwa itu memang terjadi di Desa Kantar, dekat Bingol, Turki. Akibat gigitan balas dendam dari si balita, ular tersebut mati.
“Dia menggigit ular itu kembali sebagai balasan,” katanya.
Karena mengalami luka, si balita pun dilarikan ke ke Rumah Sakit Bersalin dan Anak Bingol untuk mengobati luka-lukanya. Beruntung, si anak segera pulih setelah sehari mendapati perawatan.
Racun ular, tergantung pada spesies ular, mengandung neurotoksin yang mengganggu impuls saraf, atau protein hemotoksin yang mengganggu pembekuan darah. Efek dari gigitan ular di antaranya kelumpuhan, perdarahan, kegagalan organ dan kerusakan jaringan, hingga kematian.
Tidak diketahui persis jenis ular yang menggigit balita tersebut. Dugaannya, bukan ular berbisa. Sebab, usia anak lebih rentan terhadap gigitan ular daripada orang dewasa.
Baca Juga: Siswi SD Diperkosa di Kosan, Kakak Kandung Marah dan Minta Pelaku Dihukum Berat
Di Turki sendiri ada 45 spesies ular yang ditemukan, 12 di antaranya berbisa. Secara global, WHO memperkirakan sekitar 5,4 juta orang digigit ular di seluruh dunia setiap tahun, 2,7 juta di antaranya berbisa.
“Antara 81.000 dan 138.000 orang diperkirakan meninggal setiap tahun akibat gigitan ular, dengan tiga kali lipat jumlah tersebut menderita kelumpuhan permanen atau bahkan amputasi akibat bisa ular,” beber laporan berita tersebut.
Menurut , Pusat Informasi Racun Nasional (NPIC), di negara Turki ada 550 kasus gigitan ular yang dilaporkan dalam sembilan tahun antara 1995 dan 2004.
Gigitan ular dapat diobati dengan antivenoms, yang biasanya dibuat menggunakan bisa ular itu sendiri. Akan tetapi, produksi antivenom menghadapi sejumlah masalah, karena hanya sedikit negara yang memiliki kapasitas untuk memproduksi racun ular dengan kualitas yang cukup baik. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Bybit Resmi Masuk Indonesia usai Akuisisi Mayoritas NOBI
-
Mengintip Honda GL150: Inikah Penerus GL Pro Neotech yang Legendaris? Harga Kelas Premium
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
-
Ditanya Statusnya Saat Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Petral, Sudirman Said: Sebagai Saksi
-
5 Parfum Aroma Bunga yang Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari
-
Wamensos Bahas Sekolah Rakyat, PPSE dan Perlindungan Korban Bencana Non-Alam Bersama Tiga Pemda
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan
-
Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?
-
6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli