Suara Denpasar - Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum Brigadir J menjawab bahwa dirinya tidak surut untuk mendapatkan keadilan bagi kliennya yang tewas dalam kasus pembunuhan sadis yang diotaki mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Pernyataan itu juga menjawab kegundahan publik dengan munculnya narasi dirinya menyerah.
"Tidak ada kata surut. Sekali melangkah pantang surut. Itu Hoax," kata Irma Hutabarat dalam channel Irma Hutabarat-Horas Inang yang baru diluncurkan dan sudah mendapat 18 ribu subscriber seperti dikutip denpasar.suara.com, Senin 19 September 2022.
"Tidak ada kata mundurnya. Jantungnya pengacara adalah surat kuasa," sambung Kamaruddin Simanjuntak. Artinya sepanjang surat kuasa tidak dicabut oleh pihak keluarga Brigadir J.
Maka dirinya akan berjuang maksimal untuk mewujudkan keadilan dan terungkapnya kebenaran dalam kasus yang sudah menyeret lima tersangka terkait kasus pembunuhan berencana. Lima tersangka itu adalah Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, Bharada E, dan Kuat Ma'aruf.
Dia juga menggarisbawahi sikap kritisnya selama ini terhadap Polri tak lepas dari kecintaannya akan insitusi penegak hukum di Indonesia tersebut.
Apalagi, dalam kasus kematian Brigadir J juga menyeret puluhan oknum anggota Polri terkait menghalang-halangi penyelidikan dan penyidikan kasus dalam skenario awal "Polisi Tembak Polisi". Dan, saat ini kasus terkesan mengambang dan lamban.
Padahal, Presiden Jokowi sudah mewanti-wanti Polri untuk transparan dalam penanganan kasus ini. "Konon monyet jatuh dari pohon bukan karena kita goyang pohonnya dengan kuat.
Tapi, karena digoyang pohonnya. Tapi karena angin sepoi-sepoi," tutur dia menjelaskan bahwa kritikan bukan menyebabkan seseorang terjatuh, tapi pujian yang membuat seseorang terpuruk.
"Fungsi pengacara bukan mencari kekayaan mencari keadilan hukum dan hak-hak kliennya," lanjut dia. Untuk itu, dia mengajak semua pihak yang masih peduli dengan institusi Polri agar ikut membantu Polri membersihkan oknum-oknum yang merusak nama korps baju coklat itu.
Baca Juga: Ditipu Rp9,8 Miliar Bisnis Rental Mobil di Bali, Jessica Iskandar Kesulitan Uang dan Mau Jual Rumah
Bukan hanya tergantung pada Presiden, tapi juga wakil rakyat maupun masyarakat luas yang juga harus memberikan bantuan dan menolong Polri. Jadi, dia pun menyematkan jargon "Save Polri" agar insitusi ini bisa kembali mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Budget Rp30 Ribu, Mending Beli Sunscreen Apa? Ini 6 Pilihan Murah yang Sudah BPOM
-
1100 Hari Absen karena Cedera ACL, Eks Barcelona dan AC Milan Mengaku Mendapat Mukjizat
-
Antara Mama, Cinta, dan Surga Angkat Realitas Pahit Ekspektasi Orangtua Batak
-
Ricuh di Terowongan San Siro Usai Inter vs Juventus, Chiellini Terancam Sanksi
-
Pakai NIK, Cata Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Mirip Tulisan di Menu Restoran, Logo Lamb of God Diganti
-
Pemerintah Batasi Truk Sumbu Tiga di Jalan Nasional dan Tol Wilayah Banten
-
Ibu dari Kiper Keturunan Indonesia yang Trial di Atletico Madrid Beri Kode Naturalisasi?
-
Gagal di Werder Bremen, Ethan Kohler Pilih Pulang Kampung, Bakal Main di Super Liga?