/
Rabu, 21 September 2022 | 10:39 WIB
Postingan dari channel YouTube "Kang Mus Siap Beperang". (YouTube)

Suara Denpasar - Sinetron Preman Pensiun tayang malam ini pukul 19.00 WIB di RCTI, membuat banyak penonton yang penasaran akan aksi Kang Mus in the gang.

Berikut sinopsi sinetron episode 21 yang dapat dinikmati di channel YouTube "Kang Mus Siap Beperang".

Dikisahkan, ketika Kang Mus melihat penjaga parkir di pasar bukan Murad dan Pipit. Kang Mus langsung spaneng dan mendatangi Cecep dari balik telepon genggamnya.

Cecep yang mendapat pertanyaan itu langsung gelagapan. Apalagi, pergantian Murad dan Pipit diganti dengan Taslim, Mawardi dan Ajun tanpa sepengetahuan Kang Mus.

Ini dilakukan Cecep untuk memancing preman yang mengerang orang di jalan, pasar, dan terminal. Apalagi, dirinya belum pernah bertemu Bang Edi.

Yang pernah bertemu adalah Bubun yang kini tergolek lemah setelah dihajar anak buah Remon, orang suruhan dari Bang Edi.

Di sisi lain, cerita makin seru ketika Murad juga sibuk mencari ponakannya yang bernama Taslim. Taslim adalah preman yang ikut menyerang orang-orang di pasar dan kini bersembunyi.

Tapi, dia tetap ditemukan dan akhirnya dihajar. Namun bukan oleh Murad, melainkan oleh anak buah Remon.

Episode kali ini juga menggambarkan gerak cepat Kang Mus menghajar tukang parkir yang menggoda anak gadisnya. Eneng Shafira terlihat marah digoda si tukang parkir.

Baca Juga: Nikita Mirzani Disebut Artis Sering Recoki Urusan Orang, Publik: Si Paling Benar

Namun, tukang parkir terkesan cuek melulihat Kang Mus ada di lokasi. "Plak!" serangan Kang Mus langsung membuat tukang parkir meringis kesakitan.

Usai menghajar tukang parkir yang kegatelan itu. Kang Mus bersama anak gadisnya langsung ke pabrik kecimprang. Pabrik kerupuk untuk hidup di masa tuanya.

Tujuan ke pabrik untuk bertemu Cecep guna menanyakan kondisi di lapangan dunia preman jalanan.
“Dulu pada zaman kang Bahar, ada kejadian seperti ini.

Kalau ada orang atau kelompok yang ingin merebut wilayah pasar, terminal, jalanan berarti mereka datang untuk perang," ingat Kang Mus.

“Pesan kang Bahar saat itu, kedamaian harus dikembalikan, dan untuk menjadi damai orang harus siap perang," ujarnya kepada Cecep. ***

Load More