Suara Denpasar - Banyak pihak menuding jalannya kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J terkesan ngambang.
Itu jika tidak mau dikatakan bertele-tele. Jelang tiga bulan penanganan kasus yang menjadi viral saban hari di negeri ini. Keraguan publik terus terjadi kendati sudah dibentuk tim khusus (timsus) Polri.
Timsus juga sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus pembunuhan berencana tersebut. Yakni Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'aruf, Bhadara Richard Eliezer, dan Bripka Ricky atau RR.
Belum lagi puluhan polisi terseret dalam kasus menghalang-halangi penyelidikan dengan ikut mengaburkan atau menghilangkan barang bukti di antaranya sudah dijadikan tersangka oleh penyidik Timsus.
Namun, keraguan publik terus saja menggelinding. Sebab, diperjalanan kasus kembali mencul isu soal pemerkosaan hingga hasil lie detector tokoh utama dalam kasus ini tidak diumumkan ke publik.
Ribetnya penanganan kasus yang melibatkan Kaisar Sambo, sebutan warganet untuk mantan Kadiv Propam Polri itu secara tersirat diakui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bincang-bincang dengan Melina Aras yang ramai di Tiktok.
Jelas Kapolri dalam penanganan kasus Brigadir J ada empat kelompok yang dia petakan. "Ada empat kelompok pertama yang memanf betul betul mengetahui , kelompok internal yang mendampingi FS," katanya. Kelompok itu adalah para ajudan Ferdy Sambo.
Yang menarik adalah kelompok kedua yang belakangan membuat runyam kasus ini. Yakni mereka yang tahu pada saat CCTV ditemukan kemudian menutupi.
"Tetap menutupi karena ada hubungan psiko-hirarki, memiliki hubungan dekat dan menjadi anak buah yang bersangkutan," jelas Kapolri.
Ini juga yang menjadi biang masalah. Sebab, banyak polisi akhirnya bimbang harus melakukan apa dalam kasus ini.
Namun, sebagai abdi masyarakat dan penegak hukum. Harusnya anggota Polri harus memilih bahwa dalam situasi dan kondisi organisasi sedang mengalami hantaman yang luar biasa. Harusnya ikut terbuka dan menjaga organisasi.
Tapi, banyak di antara oknum polisi itu malah memilih menjadi penjaga Ferdy Sambo karena menganggap dia menjadi pimpinannya.
Seperti diketahui, kematian Brigadir J sampai saat ini masih banyak menyimpan teka-teki dan melebar ke mana-mana.
Bahkan, warganet menuding masih ada ketakutan di petinggi Polri jika menghukum Ferdy Sambo, itu akan berujung dengan aksi perlawanan yang bersangkutan. Misal, membongkar borok oknum pejabat Polri yang lain ke publik. ***
Tag
Berita Terkait
-
Kapolri Tak Main-main soal Ferdy Sambo, Mahfud MD: Ancamannya Hukuman Mati, Seperti Terorisme
-
Hotman Paris Buka-bukaan Ferdy Sambo Sudah Siapkan Bayaran Segini, Skenario Pasal Pembunuhan Spontan
-
TERBONGKAR! Ferdy Sambo Pimpin Rapat di Mabes Beberapa Jam Setelah Tembak Brigadir J, Rancang Skenario Baku Tembak hingga Rusak Alat Bukti
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Request Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M, Bisa Buat Ngecor Beton Jalan Berapa Kilometer?
-
Urutan Nonton Film Scream Sebelum Scream 7, Jangan Sampai Salah!
-
Bawa Reserse dan Labfor, Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
-
Syuting di Hutan, Olla Ramlan Ngaku Sempat Nangis sampai Trauma di Lokasi Syuting Malaysia
-
Dari Konten Fungsi Helm ke Teror Digital: Mengapa Petugas Damkar Depok Diincar dan Diintimidasi?
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
5 Fakta Pemuda Begal Payudara Siswi SMA Blitar Saat Puasa, Dikejar Warga hingga Diringkus Polisi