/
Rabu, 21 September 2022 | 10:00 WIB
Komjen (Purn) Susno Duadji (Foto Istimewa/ Dok. Pribadi Facebook)

SuaraCianjur.id- Akibat terlalu vokal dalam menyoroti kasus pembunuhan berencana Brigadir J, mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji mengaku mendapatkan teror.

Semenjak kasus ini mencuat ke publik dan ramai diperbincangkan hingga menjadi sorotan utama masyarakat, Susno Duadji cukup sering memberikan komentar soal pembunuhan Brigadir J.

Lemparan kritik dari Susno Duadji soal langkah Polri yang dinilai lamban dalam menangani kasus ini, kerap dilontarkan.

Dengan terang-terangan Susno Duadji mengatakan kalau dirinya menjadi Kapolri kasus pembunuhan yang didalangi oleh Ferdy Sambo akan tuntas tak kurang dari satu bulan.

Dengan pernyataan ini, Susno Duadji mengakut rupanya memantik teror terhadap jenderal bintang tiga tersebut. Bahkan teror tersebut disebut-sebut sampai mengancam nyawanya. Namun begitu dirinya tak gentar oleh ancaman tersebut.

"Saya kalau untuk menyatakan kebenaran mana pernah ada takut," jelas Susno Duadji melansir dari akun Youtube Uya Kuya TV, seperti dilihat pada hari Rabu (21/9/2022).

Bahkan Susno menyatakan kalau sikap vokalnya terhadap kebenaran sudah dilakukan sejak lama. Bahkan dirinya mengaku sampai dicopot dari jabatannya saat masih bertugas di Polri karena melakukan hal serupa.

"Saya zaman dulu sampai dicopot tapi sepanjang untuk membela kebenaran dan keadilan. Tapi kalau untuk ngawurngawuran enggak mau lah saya. Saya di sawah masih banyak gawean loh, saya ini menanam padi, kopi," kata Susno sambil tertawa.

Meski kerap mendapatkan teror, dirinya menegaskan akan tetap menyuarakan kebenaran.

Baca Juga: Konsep dr.Zaidul Akbar Sembuhkan Sakit Sendi Tanpa Obat Kimia, Cukup Makan Buah Ini Masalah Teratasi

"Tapi kalau untuk kebenaran, itu tanggung jawab manusiawi kita, tanggung jawab moral. Kejujuran dan moral itu adalah utama. Kita misalnya tidak bisa berbuat dengan kaki dengan tangan, ya minimal dengan pernyataan, gak bisa dengan itu minimal dengan doa," jelas Susno.

Bahkan Susno tanpa beban membocorkan sosok yang diduga memberikan teror kepadanya.

"Alah itu (teror) kan kecil, biasa. Saya katakan itu polisi liar itu, mana ada takutnya kita," kata Susno tegas.

Sebagai pensiunan Polri, Susno Duadji berpesan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo supaya bisa segera menyelesaikan kasus pembunuhan berencana ini.

"Dari awal sudah saya katakan, kasus ini very-very simple. Kenapa saya katakan sangat sangat simpel, Polri orang dimutilasi, orang dibuang di hutan saja kan bisa ngungkapnya. Dimutilasi itu kan identitas korban nggak jelas, kemudian siapa yang melakukan tidak tahu, kapan melakukan tidak tahu, dengan apa melakukan tidak tahu. Berarti kan perlu ilmu yang hebat," kata dia.

Dua anggota Brimob tengah berjaga di depan satu rumah milik Irjen Pol Ferdy Sambo di Jalan Bangka XI A, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022) sore. (Suara.com/Ria) (sumber: Foto Istimewa - Suara.com)

Kasus yang menjerat Ferdy Sambo ini sudah jelas karena sudah ada yang mengaku menembak Brigadir J. Termasuk beberapa unsur sudah tampak jelas.

Load More