- Nadiem membacakan pleidoi dalam sidang korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 2 Juni 2026.
- Nadiem mengungkapkan beban mental berat serta ketidakpastian hidup yang ia rasakan selama menjalani masa tahanan di balik jeruji besi.
- Terdakwa yang dituntut 27,5 tahun penjara tersebut menegaskan keyakinannya akan kebenaran serta keteguhan hati dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.
Suara.com - Mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menyampaikan pleidoi yang memilukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Dengan suara tenang namun sarat beban, Nadiem membuka kesaksian batinnya sejak pertama kali merasakan dinginnya tembok tahanan.
“Di masa awal tahanan, dunia terasa seperti sudah berakhir. Saya sendirian dalam kurungan isolasi, seolah dibuang begitu saja,” tuturnya.
Ia mengisahkan momen-momen dini hari yang paling menyiksanya, saat batas antara mimpi dan kenyataan terasa begitu tipis.
“Kadang saya terbangun di tengah malam, di rumah tahanan. Dalam sekejap, saya mengira ini hanya mimpi buruk dan sebentar lagi akan dibangunkan istri saya. Tapi yang saya lihat, justru jeruji besi,” Nadiem menambahkan.
Namun baginya, siksaan terbesar bukan berasal dari hilangnya kebebasan fisik, melainkan dari bayang-bayang ketidakpastian yang tak pernah pergi.
“Penyiksaan terbesar bukan karena dirampas kebebasan, tapi ketidakpastian yang menghantui pikiran dari pagi sampai malam,” ungkap Nadiem.
"Bagaimana keluarga saya, apa yang akan terjadi besok, apa dunia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Penjara di dalam kepala kita jauh lebih menyakiti," lanjutnya.
Di titik paling gelap itu, ia mengaku menemukan pegangan yang tak terduga.
Baca Juga: Dukungan Ojol ke Nadiem Makarim Dinilai Paradoks: 'Dia Sudah Nyaman di Menara Gading'
“Saya menemukan cahaya baru. Penjara mengajarkan saya untuk dapat beriman dalam ketidakpastian. Karena itu, saya dapat berdiri hari ini tanpa rasa takut, siap menghadapi apa pun yang Allah akan berikan kepada saya,” kisah Nadiem.
Nadiem menutup bagian emosional pleidoinya dengan pernyataan yang disampaikannya dengan lantang dan tegak.
“Hati nurani saya bersih, karena kebenaran ada di sisi saya,” tegasnya.
Nadiem sendiri tengah menghadapi tuntutan 27,5 tahun penjara dalam perkara pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan yang ia pimpin hingga 2024.
Berita Terkait
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Lawan Tuntutan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Kasus Chromebook Hari Ini!
-
Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan
-
Dukungan Ojol ke Nadiem Makarim Dinilai Paradoks: 'Dia Sudah Nyaman di Menara Gading'
-
Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
-
Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan
-
Bobby Nasution Puji Kemenangan Timnas U19, Atmosfer Stadion Utama Sumut Jadi Kekuatan
-
Jemaah Haji dari Tuban Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang